Kiki (19th) warga Lampung Pekerja PT Mangga Raya Makmur Penyalur PRT di Batam (11/2/2016)

BATAM , SIJORI TODAY, com -– Salah satu perusahaan penyalur tenaga kerja PT Mangga Raya Makmur yang beralamat di komplek ruko Dutamas blok H Batam, diduga menahan pekerjanya. Perusahaan  penyalur minta sejumlah uang pada keluarga pekerja untuk bisa kembali ke kampung halaman di Lampung. Pekerja yang baru beberapa bulan di Batam, sudah 7 kali berganti tempat kerja akibat tidak betah dan selalu dikembalikan majikan ke perusahaan penyalur.

Orang tua Kiki(19) perempuan asal Lampung yang menghubunggi Sijori Today.com menceritakan, anak perempuannya sudah tidak betah tinggal dan bekerja di Batam dan berkeinginan untuk kembali ke Lampung. Namun pihak perusahaan penyalur pembantu rumah tangga yang merekrut Kiki meminta sejumlah uang untuk biaya pemulangan dan penganti biaya selama berada di penampungan.

“Anak Saya tidak diijinkan pulang, mereka minta uang Rp 6,5 juta baru anak Saya dibolehkan pulang,” Kata Yanto ayah korban warga Lampung, saat dihubungi melalui sambungan selularnya. Kamis(11/02/2016).

Pemilik perusahaan penyalur tenaga kerja PT Mangga Raya Makmur, mengaku tidak ada menahan pekerjanya. Wanita yang menolak menyebutkan namanya tersebut mengatakan bahwa tidak memeras pekerjanya tersebut, dan menahan atau menyekap pekerja. Perusahaan meperlakukan pekerja secara manusiawi.

Perusahaan telah menyalurkan Kiki bekerja sesuai dengan yang diinginkannya sebagai penjaga toko, namun selalu dikembalikan majkan akibat tidak bekerja sesuai dengan keinginan majikan. Terakhir perusahan penyalur mempekerjakan Kiki sebagai penjaga orang tua,  hanya beberapa hari kemudian juga kembali oleh majikan ke penampungan.

“Kiki itu dia pemalas, sudah 7 kali ganti tempat kerja dan majikan selama 3 bulan berada di Batam. Kami mempersilahkan dia untuk pulang, namun meminta pada pihak keluarga untuk membantu biaya pemulangan dia ke Lampung”.

Pihak perusahaan penyalur telah menyarankan pada Kiki untuk kembali bekerja sebelum pulang  Ke Lampung. Penghasilan yang diperoleh selama bekerja tersebut, dapat dipergunakan untuk biaya kembali ke kampung halamanya di Lampung.

Sementara itu, Kiki saat ditemui mengaku merasa tidak betah bekerja di Batam lantaran tidak sesuai dengan keinginannya.

“Saya tidak betah dan mau pulang saja ke Lampung,”ujar Kiki.

Dia mengatakan bahwa bekerja di Batam tidak seperti yang dibayangkannya, dan ingin bekerja seperti di kampung halaman.

“Saya mau kerja di Lampung aja lagi,” katanya.

Penuis : pet

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here