program Efisiensi Sumberdaya dan Produksi Bersih atau Resource Efficient and Cleaner Producktion (RECP), salah satu badan di Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yakni United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) menjalin kerjasama dengan para stakeholder di Batam, Jum'at (26/2) Foto : wan

BATAM, SIJORI TODAY, com – – Dalam rangka menjalankan program Efisiensi Sumberdaya dan Produksi Bersih atau Resource Efficient and Cleaner Producktion (RECP), salah satu badan di Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) menjalin kerjasama dengan para stakeholder di Batam.

Pelaksanaan teknis program RECP ini di Indonesia dilakukan oleh Centre for Resource Efficient and Cleaner Production Indonesia (CRECPI) ini dilaksanakan oleh Institut Teknologi Bandung (ITB). Untuk pendanaan program ini didanai oleh Swiss State Secretariat for Economic Affairs (SECO).

Beberapa diantaranya yakni BP Batam, Bapedal, Disperindag ESDM, Kadin dan beberapa pengelola kawasan Industri, pelaku Industri dan Universitas. Hadir sebagai pembicara sekaligus pelaksana program ini untuk Batam, Prof Tjandra Setiadi, Ph.D. dan juga Chief Technical Advisor (CTA) UNIDO, Rene Van Berkel, Ph.D.

Prof Tjandra mengatakan bahwa program ini ini untuk membantu industri melakukan penghematan dan industri bersih, dan pihaknya akan melakukan ekspansi ini ke seluruh daerah di Indonesia.

“UNIDO yang punya progtam tapi ITB yang menjalanakan dan ini diharapakan akan membesar di semua propinsi dan daerah daera di Indonesia,” Kata Tjandra di Harmoni One lantai 3. Jumat(26/02).

Dia mengatakan bahwasanya  ITB akan mentraining Universitas-Universitas di Indonesia guna membantu pengembangan program ini nantinya.

“Jadi saat ini semenjak tahun 2014 yang lalu, beberapa daerah seperti Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan sudah menjalankan ini dan kami dibantu dengan univesitas yang ada di daerah daerah,” tutupnya.

Sementara itu, Chief Technical Advisor (CTA) UNIDO, Rene Van Berkel, Ph.D melalui penterjemahnya mengatakan bahwa program ini bertujuan untuk menekan angka limbah, dengan cara memanfaatkannya menjadi bermanfaat.

“Yang dilaksanakan ini adalah membantu tiap pabrik untuk mengurangi limbah, tapi kedepannya bukan hanya mengurangi limbah tapi juga memanfaatkan limbah tersebut agar kedepannya bumi kita busa menekan hingga angka nol limbah,”ujarnya.

Kepala Bapedal Batam, Dendi N Purnomo mengatakan bahwasanya pelatihan bagi pelaku industri di Batam sudah berlangsung beberap hari belakangan. Dan penandatangan pelaksanaa program ini dilaksanakan pada Jumat, (26/2) ini.

‘Hari ini penandatangannnya, pelatihan bagi stakeholder sudah semenjak hari Selasa yang dilakukan pelatihan terhadap 28 perusahaan Industri di Batam,” ujarnya,

Dia menambahkan ada empat kawasan Indutri di Batam yang ikut dalam penandatanganan kerjasama ini, diantaranya Executive Industrial Park, Kabil Integrated Industrial Estate, Panbil Indiustrial Estate dan Tunas Industrial Estate.

“Semoga kedepannya para peserta bisa menerapkan sistem ini, dan kawasan Industri lainnya dapat ikut bergabung dalam program ini,” tutup Dendi.

Penulis : pet

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here