Presiden Jokowi menyaksikan penandatangan berita acara pelantikan Nurdin Basirun,Gubernur Kepulauan Riau di Istana Negara, Jakarta, Rabu (25/5) sore. (Foto: Rahmad/Humas)

JAKARTA, SIJORITODAY.com—Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan para Gubernur dan Wakil Gubernur yang baru dilantiknya, bahwa mereka harus menjalankan tugas sejarah yang maha berat, yaitu mewujudkan janji-janji untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan rakyat di daerah yang mereka pimpin.

Presiden mengingatkan tugas maha berat Gubernur dan Wakil Gubernur yang baru dilantiknya, yaitu memastikan semua rakyat yang dipimpinnya cukup pangan, mendapatkan air bersih, memperoleh listrik, menikmati layanan transportasi umum yang terjangkau, serta mampu mengakses layanan pendidikan dan kesehatan dengan kualitas yang baik.

“Saudara-saudara juga harus mempersiapkan daerah yang saudara pimpin untuk mengahadapi era kompetisi, eras persaingan dengan semangat kerja keras, produktifitas dan inovasi. Sehingga kita bersama-sama bisa menjadi bangsa yang terdepan dan berkemajuan. Menjadi bangsa pemenang,” tutur Presiden Jokowi dalam pesannya kepada 4 gubernur dan 2 wakil gubernur yang baru dilantiknya, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (25/5) sore.

Mereka yang dilantik adalah: 1. H. Sugianto Sabran sebagai Gubernur Kalteng 2016-2021; 2. Ir. Arsyadjuliandi Rachman Gubernur Riau 2016-2019; 3. Nurdin Basirun  Gubernur Kepulauan Riau 2016-2021; dan 4.Tengku Erry Nuradi Gubernur Sumatera Utara  2013-2018. Selain itu juga turut dilantik dua wakil gubernur yaitu Habib H Said Ismail Wagub Kalteng 2016-2021 dan Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Paku Alam X Wagub DIY Yogyakarta 2016-2017.
Tidak Bisa Sendirian

Dalam acara yang juga dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dan sejumlah menteri Kabinet Kerja itu, Presiden Jokowi menegaskan, dalam memikul tugas yang maha berat itu, para gubernur dan wakil tidak bisa bekerja sendiri. Karena itu, Presiden meminta agar mereka membangun persatuan, menggalang sinergi, dan memperkuat gotong royong untuk membangun daerah. “Saya yakin dengan semangat persatuan itulah, saudara-saudara bisa berjalan lebih baik menjalankan tugas yang mulia ini,” ujarnya.

Presiden juga mengingatkan, bahwa sebagai gubernur dan wakil gubernur, mereka adalah wakil pemerintah pusat di daerah. Karena itu, dalam melaksanakan pembangunan daerah, para gubernur hendaknya berpedoman pada visi-visi presiden yang sudah tertuang dalam nawacita.

“Dengan cara itu, kita akan bisa membangun keterpaduan, memperkuat sinergi dalam mempercepat pembangunan nasional,” tutur Presiden.

Menurut Presiden Jokowi, gubernur dan wakil gubernur merupakan ujung tombak keberhasilan program-program prioritas nasional. Untuk itu, Presiden meminta mereka untuk memastikan program-program prioritas nasional, termasuk kebijakan deregulasi, debirokratisasi yang telah dikeluarkan pemerintah bisa berjalan sefektif sampai ke daerah.

“Saya juga meminta gubernur dan wakil gubernur menjadi simpul koordinasi anatara pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten dan kota. Sehingga program-program kementerian dan lembaga di pusat dan di daerah, serta program-program pembangunan lintas kabupaten betul-betul terkonsolidasi dengan baik,” sambung Presiden Jokowi.

Presiden juga berharap, spara gubernur dan wakil gubernur selalu mendekatkan diri dengan rakyat. “Jangan bekerja dibelakang meja saja, harus mau terjun langsung ke lapangan untuk mengurai masalah yang ada,” pinta Presiden seraya meminta mereka juga melakukan reformasi birokrasi dan anggaran publik secara fundamental, memperbaiki sistem tata kelola pemerintahan, serta meningkatkan inovasi pelayanan publik.

Sehingga pemerintah selalu terasa kehadirannya ditengah masyarakat.

Sumber : setkab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here