LINGGA, SIJORITODAY.com – – Janji manis Pemerintah Pusat untuk merealisasikan keinginan warga Pancur, Duara, Senanggai, serta sejumlah wilayah Lingga Utara, serta Pulau Mepar, Kecamatan Lingga dengan menyediakan Listrik 24 jam menggunakan dana APBN 2016, hingga kini belum juga terealisasi.

Dengan demikian, sontak membuat sejumlah warga mulai khawatir semua itu tinggal janji. Sebab, sudah masuk Agustus 2016 keinginan bertahun-tahun warga tersebut belum juga ada kabar beritanya.

Salah seorang warga Kelurahan Pancur, Kecamatan Lingga Utara Sur (45) mengatakan, mendengar sejumlah wilayah, seperti Desa Rantau Panjang yang tak lama lagi akan dimasuki PLN, membuat dirinya berharap kapasitas PLN di Pancur tersebut juga bisa ditingkatkan. Sehingga, masyarakat di daerah tersebut dapat menikmati arus listrik untuk aktifitas sehari – hari.

“Untuk di Pancur, kapan baru bisa sampai 24 jam seperti di Daik. Mana Janji manis pemerintah pusat,” ungkapnya, Senin (08/08).

Sur juga menyampaikan, sejauh ini untuk di Pancur, Senanggai, Sungai Besar, Duara, Sasah, Teregeh, Tanjung Mana, Lundang, yang seluruhnya satu daratan dengan Pulau Lingga masih belum bisa merasakan aliran listrik 24 jam. Selama ini masyarakat hanya menikmati listrik selama 12 jam per hari nya.

“Listrik itu, nyala dari jam 17.00 Wib sampai pukul 07.00 Wib, selepas itu kalau kami mau nonton, atau aktifitas lainnya yang berhubungan dengan listrik, harus pakai mesin sendiri. Itu bagi yang ada mesin. Kalau yang tidak ada mesin, ya mau gimana lagi,” keluhnya.

Sementara, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lingga, M Ishak mengatakan, pada 2016 desa wisata Mepar, Kecamatan Lingga, Pancur, Duara, Senanggai, dan kampung-kampung di sekitar kecamatan Lingga Utara akan segera menikmati listrik 24 jam.

Tanggung jawab tersebut, akan dibiayai seutuhnya oleh pemerintah pusat melalui APBN 2016. Bahkan, rencana tersebut tertuang dalam kegiatan Musrenbang tahun 2016 dan telah diusulkan ke Pemerintah Pusat. Namun, hingga memasuki Agustus 2016 ini, keinginan tersebut tak kunjung terlihat. Dengan demikian, tentu saja membuat masyarakat kecewa.

“Sebelumnya juga telah berkoordinasi dengan anggota DPR RI Komisi VI, Bapak Nyat Kadir. Beliau siap menindaklanjuti usulan ini kepada Dirut PLN, Menteri BUMN, dan Kementerian Pertambangan dan Energi,” ungkapnya.

Informasi yang diperoleh, di Kecamatan Lingga Utara, PLN yang ada hanya berkapasitas 550 KW beberapa waktu lalu sering mengalami kerusakan.

Sampai berita ini dilampirkan belum diketahui pasti apa penyebab Pemerintah Pusat tidak merealisasikan keinginan Masyarakat Lingga Utara.

Penulis : Akok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here