LINGGA, SIJORITODAY.com–¬†Balai tempat belajar bagi anak-anak suku laut di Selat Kongky, Desa Penaah, Kecamatan Senayang, hancur dihantam badai yang terjadi beberapa hari belakangan, membuat para aktivis buta aksara masyarakat suku laut, tak dapat mengajar masyarakat suku laut di wilayah tersebut.

Densy Diaz, salah seoarang relawan buta aksara yang telah mendapatkan apresiasi dari orang nomor satu di Kabupaten Lingga yakni, Alias Wello dalam upaya memberantas buta aksara bagi masyarakat suku laut di Kabupaten Lingga tersebut mengatakan, selaku aktivis, dirinya sangat berharap bupati Lingga, maupun pihak terkait bisa turut andil mencarikan solusi untuk pembangunan kembali balai tempat mereka belajar tersebut.

“Beberapa hari yang lalu terkena angin ribut, sehingga balai-balai tempat kami belajar rusak dan roboh, sampai sekarang belum ada perbaikan. Kalau rumah disekitar tidak, cuma ada beberapa atap yang rusak saja, terus, plantar agak nya patah-patah,” ungkapnya ketika dihubungi, Kamis (18/08).

Dikatakan Densy, terkait robohnya tempat belajar bagi masyarakat suku laut tersebut, untuk sementara ini, proses belajar mengajar diliburkan dahulu. Hal itu, dikarenakan di Selat kongky tidak ada tempat lain, selain di balai tersebut.

“Semoga cepat ada perbaikan, karna kalau lama dibiarkan, kasihan anak-anak dan orang-orang tua yang mau belajar, terkendala,” harapnya.

 
Penulis : Wira

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here