Terpidana mati A Heng Als Jun Hoa gembong narkotika Tanjungbalai Karimun di bandara Raja Haji Fisabilillah, Tanjungpinang jelang diterbangkan menuju Jawa Tengah, Sabtu (20/8). Foto : red

TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com– – 2 terpidana mati yang gagal dieksekusi pada pelaksanaan eksekusi tahap 3 diterbangkan kembali menuju Nusakambangan, Jawa Tengah, Sabtu (20/8).

Dengan pengawalan ketat personil Brimob Polda Jawa Tengah, sekitar pukul 10:30 wib kedua terpidana mati kasus narkotika masing-masing, A Heng alias Jun Hao dan rekannya A Yam, tiba di bandara Internasional Raja Haji Fisabilillah, Tanjungpinang, Kepulauan Riau.

Menurut rencana kedua terpidana mati pada pukul 13:20 WIB, akan diterbangkan dengan mengunakan maskapai penerbangan Garuda Indonesia GA 0287 dengan tujuan Jakarta.

Terpidana mati A Heng alias Jun Hoa terlihat agresif ketika mengetahui adanya media yang mengetahui keberangkatan dirinya.

A Heng terlihat menantang pewarta sijoritoday.com ketika kedua terpidana tersebut digiring masuk menuju ruang kedatangan.

“Buat yang bagus,..buat yag bagus,” ujarnya sambil berjalan dikawal personil dari Kepolisian.

Sedangkan terpidana mati A Yam terlihat pasrah dengan tenang berjalan masuk ke ruang kedatangan.

Kedua terpidana mati dalam kasus narkotika tersebut didatangkan dari Lapas Nusakambangan untuk dihadrikan dalam sidang Peninjauan Kembali (PK) yang di gelar pada hari Jum’at (19/8) kemarin di Pengadilan Negeri Tanjungpinang.

Kedua terpidana mati merupakan gembong narokotika asal kabupaten Tanjung Balai Karimun yang ditangkap polisi disebuah rumah dengan barang bukti ribuan pil ekstasi dan mesin produksi pil ekstasi.

Dengan mesin tersebut terpidana mati A Heng alias Jun Hoa mampu memproduksi 500 butir pil ekstasi dalam setiap harinya.

Untuk selanjutnya persidangan Peninjauan Kembali kasus mereka tidak perlu lagi menghadirkan kedua terpidana mati tersebut.

 

Penulis : red

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here