TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – Salah satu orang tua murid SD 008 Melayu kota piring Tanjungpinang Timur mengeluh karena anaknya harus membayar Lembaran Kerja Siswa (LKS) seharga 30ribu kepada Guru.

Padahal kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang Dadang pernah mengatakan bahwa LKS tidak boleh diperjual belikan.

Hal ini dikatakan Devi Yanti ketika mendengar keponakan nya harus membayar kepada pihak SD 008 LKS seharga 30ribu.

Padahal, kata Devi di sebuah akun Facebook miliknya, mengatakan keponakan nya yang baru 2 hari menduduki bangku SD sudah di tagih uang LKS tersebut, namun LKS juga belum kunjung dibagikan .

Selain itu, tidak hanya LKS yang menjadi permasalahan , uang baju Pramuka yang telah dibayar orang tua dari keponakannya dari tahun lalu itu, hingga sekarang belum juga diberikan baju pramuka tersebut kepada guru SD 008.

“Kata pak dadang LKS tidak diperjual belikan ,buktinya ponakan kami di SD 008 kota piring bayar 30ribu saat 2 hari masuk sekolah langsung ditagih, tapi sampai sekarang tu LKS tak kunjung dibagi, kawannya sekelas sudah, ujung-ujungnya disuruh fotocopy, begitu juga dengan baju pramuka bayarnya udah tahun lalu sampai sekarang juga tidak dikasih, ada apa dengan guru kita ini yahh ? ,” ungkap Devi Yanti di sebuah Akun Facebook miliknya Sabtu (20/08).

Terkait hal ini,Orang tua murid yang lain bernama Juraini binti Rais juga mendapatkan hal yang sama terhadap anaknya,”setuju mbak Devi , anak saya juga begitu heran ya masih berlaku juga LKS dibayar,” sebutnya saat mengomentari di sebuah akun FB milik Devi Yanti.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang Dadang saat dikonfirmasi belum memberikan jawaban terkait hal ini, begitu juga pihak SD 008 sampai berita ini diterbitkan belum berhasil dijumpai guna konfirmasi.

 

 

Penulis : Akok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here