Pengerjaan areal sawah desa Bukit Langkap, Kecamatan Lingga Timur, Kabupaten Lingga. Foto : ruzi

LINGGA, SIJORITODAY.com— Bantuan tahap awal bagi masyarakat petani desa Bukit Langkap, Kecamatan Lingga Timur, Kabupaten Lingga hanya diberikan satu kali. Bantuan yang akan diberikan pada saat memasuki panen perdana tersebut tidak membuat masyarakat petani kecewa.

Bantuan berupa pemberian bibit, pupuk serta alat mesin pertanian (Alsintan) hanya akan diberikan satu kali setelah panen perdana. Selanjutnya untuk kekurangan masyaraat petani menggunakan dana pribadi.

Kepala Desa Bukit Langkap, Sudarmin mengatakan, hasil panen pertama nantinya bisa disisihkan untuk modal tanam berikutnya. Bantuan memang hanya untuk tahap awal. Masa tanam berikutnya petani yang kelola dan mengupayakan sendiri.

“Meskipun kami memahami benar bahwa yang namanya perdana pasti akan ada kendala-kendala. Secara pribadi saya sudah sampaikan juga pada Lembaga Pengengbangan Teknologi Pedesaan (LPTP) Kepri untuk terus memandu kami dalam mengatasi masalah di lapangan,” ucapnya, Jum’at (02/09).

Pemerintah desa tentu tidak akan tutup mata. Saat ini pemerintah desa sedang memproses membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang nantinya bisa memenuhi berbagai kebutuhan para petani.

“Cuma, memang saya salut dengan pemerintahan sekarang. Potensi desa di manfaatkan. Kalau ada desa yang belum disentuh potensinya saya rasa itu tinggal masalah waktu saja,” katanya.

Pembagian lahan percetakan sawah yang berlokasi di Bukit Langkap menggunakan sistem kelompok. Dalam 100 Hektar lahan dibagi dalam 2 kelompok. Kelompok 1 berjumlah 52 orang (52 ha), sedangkan kelompok 2 berjumlah 48 orang (48 ha). Dari dua kelompok tersebut akan dipecah kembali menjadi 5 kelompok. Masing-masing kelompok akan mengelola selaus 20 Ha.

Penulis : ruzi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here