Kapolresta Tanjungpinang AKBP Joko Bintoro memberikan keterangan pers terkait pemulangan para pegawai BTN korban tengelamnya pompong penyengat, Minggu (21/8). Foto : ist

TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Setelah memasuki tahap penyelidikan di Polres Tanjungpinang, kasus Pompong Nahas yang menghubungkan Tanjungpinang dan pulau penyengat akhirnya polisi menetapkan tekong pompong menjadi tersangka, Jumat (23/09).

Seperti yang diketahui , peristiwa pompong Nahas yang menewaskan 15 orang penumpangnya, atas kejadian itu tekong Pompong berhasil selamat dan 1 orang penumpangnya juga ikut selamat.

Tekong pompong yang bernama Said Imarulah dijerat pasal 359 KUHP dengan ancaman 5 tahun kurungan tentang kelalaian yang menyebabkan orang lain meninggal dunia.

Kapolres Tanjungpinang AKBP.Joko Bintoro mengatakan Berdasarkan penyelidikan, pihaknya telah menetapkan Said Ismarullah selaku tekong pompong yang Nahas.

Dikatakan Joko, fakta penyidikan dan penyelidikan ditemukan kelalaian dari tekong pompong sehingga menyebabkan hilangnya nyawa orang lain. Didalam pompong tidak ditemukan life jaket. seharusnya, lanjut Joko setiap pompong harus terdapat life jaket, karena sebelumnya dari Pemerintah Kota, Polisi Daerah (Polda) Kepri sering memberi life jaket kepada penambang pompong.

Selain itu, ditemukan juga fakta bahwa pompong dalam keadaan bocor, namun tekong tetap menggunakan untuk menambang.

“Kita sudah melakukan penahanan terhadap tekong,” beber Joko.

Sebelumnya, Said Ismarullah Atas kejadian pompong tengelam ini mengatakan telah meminta maaf kepada keluarga korban, Said mengaku sudah berupaya agar pompong yang dibawa tidak tengelam.

“Saya minta maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga korban, dan saya sudah berusaha supaya kapal yang saya bawa tidak tenggelam namun apa daya Tuhan berkehendak lain,” Ujarnya

Ditempat yang sama, Salmah (59) ibu kandung dari Said juga meminta maaf. kepada seluruh keluarga korban tenggelamnya pompong yang di Nahkodai oleh anaknya tersebut.

Salmah juga meminta kepada pihak polisi jika nanti anaknya dinyatakan salah mohon dihukum yang seringan-ringannya karena kejadian ini merupakan kejadian yang tidak disengaja oleh anaknya tetapi karena bencana alam.

Menurutnya, Said adalah tulang punggung keluarga, pekerjaan cuma itu saja, dan sementara anak-anaknya masih kecil dan masih membutuhkan biaya untuk sekolah.

“Anaknya dua yang pertama kelas satu sekolah dasar dan yang kedua umur lima tahun,” keluhnya.
Penulis : Akok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here