TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Pasca diberitakan sejumlah awak media, akhirnya penimbunan hutan Mangrove yang berada di Jalan Raja Haji Fisabilillah Kilometer 8, tepatnya depan kadai buah, Jum’at (23/09/2016).

Berdasarkan pantauan di tempat kejadian perkara, sejumlah Personil Satpol PP Kota Tanjungpinang, langsung menghentikan aktivitas penimbunan tersebut.

Kabid Penegakan Perundang Undang Daerah (PPUD), Nanang Herry Kuswanto yang terjun kelokasi penimbunan mengatakan penghentian itu dikarnakan pemilik lahan tidak mengantongi ijin timbun.

“Kita hentikan sementara, karna berdasarkan permohonan KP2KE ke Satpol PP maka kita menghentikan aktivitas penimbunan ini, untuk sementara,”Ungkap Nana.

Sementara Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) kota Tanjungpinang Yuswandi yang di konfirmasi tidak bisa mengelak, terkait ijin timbun yang dilakukan oleh pungusaha bernama Junadi ini.

Ketika sejumlah awak media mendesak, apakah pengusaha tersebut, telah mengantongi ijin timbun apa tidak, Yuswandi mengatakan bahwa memang pengusaha tersebut belum mengantongi ijin timbun.

“Ijin nya memang belum keluar, tapi syaratnya pengusaha tersebut sudah lengkap,”ungkap Yuswandi.

Meski ijin  belum dikantongi oleh pengusaha itu, selama ini penegak hukum seakan ‘tutup mata’. Meski Yuswandi mengakui apa yang dilakukan oleh pengusaha itu merupakan sebuah pelanggaran.

“Kalau dibilang apakah itu pelanggaran, iya itu pelanggaran. Tapi sifatnya administratif. Kita akan keluarkan surat teguran pertama kepada pengusaha yang bersangkutan,”janjinya.

Terungkap bahwa instansi terkait yang menangani persoalan penimbunan ternyata selama ini kurang berkordinasi dengan baik, hal itu terungkap dalam persoalan penimbunan hutan mangrov di depan kadai buah tersebut.

Sebelumnya Yuswandi menyebut dikeluarkannya izin itu, berdasarkan rekomendasi dari Dinas Tata kota dan pengawasan Bangunan, namun pernyataan itu membuat Kepala Dinas Tata Kota Efiyar ‘Meradang’ karna dituding pihaknya memberikan rekomendasi.

 

 

Penulis: Eb

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here