BATAM, SIJORITODAY.com – – Gubernur H Nurdin Basirun meminta Pemko Batam mereklamasi bibir pantai Pulau Jaloh yang mengalami abrasi. Terlebih lagi kawasan di tepi lapangan sepak bola Pulau Jaloh.

“Kalau sudah memungkinkan, Pemprov Kepri akan membangun stadion mini di situ,” kata Gubernur Nurdin saat Penutupan Turnamen Jaloh Cup 2016 Kelurahan Pantai Gelam Kecamatan Bulang Kota Batam di Pulau Jaloh, Minggu (30/10) petang.

Menurut Nurdin dia akan berkoordinasi dengan Walikota Batam untuk pengembangan Pulau Jaloh. Pantai yang abrasi saat ini, dalam pandangan Nurdin mempengaruhi luas lapangan sepak bola Pulau Jaloh.

Nurdin memang akan mengembangan olahraga bola kaki. Salah satu pencarian bibitnya adalah pada masyarakat di sejumlah pulau di Kepri. Karena itu, pada beberapa tempat dia ingin sarana sepak bola memadai.

Termasuk turnamen seperti Jaloh Cup ini. Turnamen yang biasa digelar tiap tiga tahun, disarankan Nurdin agar setiap tahun dilaksanakan. “Bisa terus meningkatkan kemampuan olah raga, Juga agar kebersamaan tetap terjalin dan lebih kompak lagi,” kata Nurdin.

Menurut Nurdin dengan menjalin silaturahmi,kekompakan akan muncul dan keamanan wilayah Kepri umumnya tetap aman terkendali. “Sportivitas juga makin terasah di lapangan,” kata Nurdin.

Turnamen Jaloh Cup bermula sejak 25 September 2016 dan mencapai puncaknya, Minggu (30/10). Selain sepak bola, lomba yang diselenggarakan adalah bola volly putri, lomba pancung 15 pk dan 40 pk, speed slodang 15 pk, speed spot 15 pk, ketinting saf luar dan saf dalam, serta jong. Peserta berasal dari pulau-pulau sekitar Batam dan Karimun.

Pada final sepak bola kemarin, bertemu kesebelasan Keban FC (Moro-Karimun) vs Chandra FC (Tanjung Riau-Batam).

Tampak hadir dalam puncak acara Jaloh Cup itu Anggota DPRD Kota Batam Suardi Taherik, Kasat Pol PP Prov Kepri Maifrizon, Kadis Perhubungan Kota Batam Zulhendri, Sekcam Bulang Amri Amis dan Lurah Pantai Gelam Bahari.

Sebelum partai final, Gubernur Kepri menyerahkan bantuan kepada ketua panitia dan penendangan bola pertama. Gubernur juga berkesempatan menyaksikan pertandingan final sepak bola antara Keban FC vs Candra FC.

Menurut panitia pelaksana Rahmad Jaloh Cup 2016 mereka laksanakan guna memupuk rasa persatuan dan kebersamaan antar masyarakat hinterland agar lebih solid lagi. “Sebagai ajang untuk mencari bibit-bibit generasi muda sepak bola,” kata Rahmad sambil menambahkan kalau sepak bola diikuti 64 tim, bola volly putri diikuti 32 tim.

Rahmad juga menyampaikan lapangan sepak bola Pulau Jaloh mengalami abrasi sehingga sangat membahayakan untuk kedepannya.(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here