TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Gubernur Kepulauan Riau, H Nurdin Basirun merasa takjub dilaksanakannya Fokus Group Discussion (FGD) tentang Model Penyampaian Aspirasi Masyarakat yang Islami oleh Polisi Daerah (Polda) Kepulauan Riau.Acara serupa diminta berkesinambungan secara berkala untuk membangun keberasamaan di atas keberagaman.

“Saya takjub ada acara ini. Saya sangat senang dan menyambut baik. Saya minta acara ini dilakukan secara berkesinambungan, tidak hanya dalam bentuk formal, tetapi juga informal. Secara pendekatan emosional. Persuasif sambil minum kopi,” pinta Nurdin pada acara FGD Polda Kepri, Rabu (16/11) di Batam.

Gubernur didampingi Kepala Badan Kesbanglinmas Provinsi Kepri, Syafri Salisman. Turut hadir pada acara yang dibuka resmi oleh Kapolda Kepri Brigjen. Pol. Sam Budigusdian, Danrem 033 Wiratama Brigjen TNI Fakhri, Ketua MUI Batam KH.Usman Ahmad, Ketua Aliansi Umat Islam Bersatu, KH. Didi Suryadi, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Rustam Efendi Bangun, perwakilan Muhammadiyah, perwakilan Nahdatul Ulama, utusan FPI serta berbagai ormas Islam, tokoh masyarakat, Ulama dan para aktivis Islam.

Nurdin meminta diskusi seperti ini dilakukan secara bergiliran. Mulai dari Polda, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, MUI, atau organisasi Islam lainnya dengan tempat yang bergantian juga yang tidak terfokus di Batam saja. Selain itu, Nurdin meyakini komunikasi yang dilakukan secara informal lebih tepat sasaran karena lebih menyentuh dan tanpa batas.

Menurut Gubernur, menyampaikan aspirasi dalam Islam itu tidak boleh kasar dan menghujat. “Tapi sampaikanlah secara baik dengan menggunakan hati dan tetap santun,” kata Nurdin.

Nurdin juga minta keberagaman ini dijaga supaya Kepri diberkahi Allah. Kalau Kepri diberkahi apapun yang dilakukan akan gampang berhasil.

“Saya meyakini keberhasilan pembangunan bukan semata karena uang tetapi karena adanya keberkahan Allah. Keberkahan itu muncul dari menghargai perbedaan dan menjunjung kebersamaan. Dan semua kita di Kepri wajib melakukan ini. Selain itu saya butuh doa dari seluruh masyarakat Kepri agar apapun yang terjadi di Kepri bisa kita selesaikan dengan baik. Saya yakin tak ada satupun yang bisa dilakukan sendiri. Semua butuh kebersamaan,” tegas Nurdin.

Penegasan yang sama juga disampaikan Kapolda Kepri Brigjen Pol Sam Budigusdian bahwa Negara Republik Indonesia ini dibangun di atas kebersamaan bukan kelompok. Negara ini, kata Sam juga tak terlepas dari peran serta ulama dan para tokoh agama lainnya. Untuk Kepulauan Riau merupakan miniatur Indonesia. Etnis dan agama apapun ada di Kepri. Ketenangan di Kepri sudah dibangun sejak dulu sehingga tak boleh satupun yang merusaknya.

“Kalaupun ada riak, sampaikan lah secara baik. Jangan sampai terprovokasi. Menjaga itu sulit. Maka itulah sebabnya kami adakan FGD ini agar masyarakat bisa mengetahui cara-cara Islami menyampaikan aspirasi,” ungkap Sam.

Sementara itu di tempat yang sama, Danrem 033 Wiratama, Brigjen TNI Fahkri meminta masyarakat tidak gampang terprovokasi atas pancingan apapun. Menurut Fakhri situasi secara dunia dan Nasional saat ini memang tidak begitu kondusif. Mulai dari Amerika Serikat, Suriah, Asia Tenggara, semua melakukan unjuk rasa. Kendati begitu Indonesia dan Kepri secara khusus harus wajib menjunjung keragaman dan kebersamaan.

“Jangan ikut-ikutan terpancing. Penyampaian aspirasi apapun itu tidak dibenarkan anarkis. Dan masyarakat harus jeli apa tujuan unjuk rasa tersebut. Apakah ada maksud dan tujuan kelompok atau perorangan” katanya.

FGD Model Penyampaian Aspirasi Masyarakat yang Islami merupakan kegiatan perdana yang dilakukan di Provinsi Kepri yang dimulai oleh Polda Kepri. Tujuan FGD ini agar bisa memberikan contoh kepada masyarakat bagaimana cara menyampaikan aspirasi secara islami dengan tujuan kebaikkan umat.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here