BATAM, SIJORITODAY.com – – Gubernur H Nurdin Basirun meminta kepada Rektor Universitas Pertahanan (Unhan) untuk tidak membatasi mahasiswa dari Kepri yang memiliki semangat kuat dalam menimba ilmu. Sebagai daerah perbatasan, keinginan warga Kepri memperdalam ilmu di Unhan harus didukung dan didorong.

“Letak Kepri sangat strategis dan berbatasan dengan negara tetangga. Memang diperlukan pendidikan dengan wawasan yang luas untuk berkompetensi dan memiliki daya saing demi kemajuan daerah tersebut, termasuk soal pertahanan,” kata Nurdin saat Penandatanganan Kesepakatan Bersama dan Perjanjian Kerjasama Antara Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau Dengan Universitas Pertahanan di Aula lantai 5 Graha Kepri, Kota Batam, Rabu (21/12) petang.

Nota Kesepakatan tentang Kerjasama di bidang Penyelenggaraan Pemerintah, Pembangunan dan Kemasyarakatan melalui kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi. Tujuan dari MoU ini adalah untuk meningkatkan fungsi Tridharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta menunjang peningkatan kualitas Penyelenggaraan Pemerintah dan pembangunan Provinsi Kepulauan Riau.

Gubernur Kepri berniat melanjutkan pendidikannya karena masih membutuhkan ilmu dan pengetahuan. Nurdin menegaskan, dengan kesepakatan bersama dan perjanjian kerjasama ini, menjadi jawaban atau konektifitas hati bagi masyarakat Kepri untuk menimba ilmu yang berguna bagi masyarakat dan bangsa sehingga terjalin dengan baik.

Nurdin juga berharap ke depan Unhan agar mengadakan seminar-seminar bagi daerah perbatasan dengan negara tetangga agar lebih meningkatkan rasa cinta tanah air, bela negara, pemahaman/penguasaan akan teknologi dan penguatan pertahanan negara.

“Semoga hasil dari MoU ini tidak hanya sekedar seremonial saja, akan tetapi berkelanjutan demi menambah pemahaman pertahanan dan peningkatan ilmu pengetahuan,” kata Nurdin.

Dalam kesempatan itu, Rektor Universitas Pertahanan Letjen TNI I Wayan Midhio, M.Phil mengucapkan terima kasih atas penerimaan Gubernur Kepri dengan MoU ini. Menurut Rektor, kehadiran Unhan dari keinginan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk memberi daya saing bagi 58 Perguruan Tinggi berbasis Bela Negara di seluruh dunia.

Unhan mulai dibangun pada tahun 2006 dan 2007, serta pada tahun 2008 dan 2009 beroperasi/aktif. Ada empat Fakultas yakni Fakultas Strategi Pertahanan, Fakultas Manajemen Pertahanan, Fakultas Keamanan Nasional.

“Materi dasarnya yakni Cinta Tanah, Bela Negara dan Latihan Dasar Militer,” kata Rektor.

Unhan berkedudukan di Kawasan Indonesia Peace and Security Centre (IPSC) Sentul Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Tampak hadir dalam acara itu Wakil Rektor III Bidang Kerjasama Universitas Pertahanan Marsda TNI Dr. Agus Sudarya, Ketua DPRD Prov. Kepri diwakili Ketua Komisi I Sukri Fahrial, Danrem 033/WP Brigjen TNI Fachri, Danguskamla Armabar Laksma TNI Muhammad Ali, Danlanud RHF Kol. Pnb Ign Wahyu Anggono, Kapolda Kepri diwakili DirBimas, Danlantamal IV/TPI diwakili Asisten Personil, Kajati Kepri diwakili Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara serta beberapa Kepala SKPD Provinsi Kepri dan Staf Khusus Gubernur. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here