LINGGA, SIJORITODAY.Com – – Sekretaris LSM Riau Coruption Wach (RCW) Kepri, Agus Syaputra mengaku Khilaf atas laporan yang dilayangkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung, atas dugaan korupsi Bupati Lingga H. Alias Wello dan Direktur PT. Multi Koko Indonesia Ady Indra Pawenari.

Hal tersebut disampaikan Agus Syaputra, melalui akun Facebooknya.

“Mantap bang. Kita akan melakukan Konfersi Pers hari sabtu (24/12/2016 lalu red) dan akan memulihkan nama baik pak ady dan Bupati Lingga, sempena dengan data yang sudah saya pelajari, serta permohonan maaf sudah disampaikan. Ini bagian pembelajaran bagi kami,”Tulis Agus Syaputra ketika dikutip saat mengomentari status Ady Indra Pawenari di akun FB.

Ady yang dikonfirmasi membenarkan bahwa Agus Syaputra selaku Sekretaris RCW, telah menemui dirinya, guna mengecek bukti-bukti yang dimilikinya.

“Sekretaris RCW berjanji kepada saya, bahwa mereka (RCW) akan menyampaikan permohonan maaf kepada awak media pada sabtu (24/12/2016 red), lalu. Tapi apa yang terjadi, kenyataannya itu tidak dilakukan,”Ungkap Ady Indra Pawenari.

Oleh karna itu, Ady mengatakan biarlah proses hukum berjalan secara paralel. Dugaan Korupsinya di KPK dan fitnahnya di Kepolisian.

“Pada intinya Agus Syaputra udah mengakui adanya kekeliruan atas laporannya itu, mengingat beberapa waktu lalu saya telah beberkan barang bukti kepadanya.”Ungkapnya.

Kendati demikian, Ady tidak bisa menahan apa yang dilakukan oleh pak Bupati Lingga, yang telah melaporkan Ketua RCW Mulkansyah dan Sekretarisnya Agus Syaputra ke Bareskrim Polri.

“Selama ini pak bupati udah cukup sabar, ada gak sejak awal bupati mau angkat bicara ?, beliau diam aja, beliau sangat sabar selama ini,”ungkapnya.

Sementar Bupati Lingga H.Alias Wello menyerahkan proses hukum tersebut.

“Biarlah proses hukum berjalan secara paralel. Laporan RCW dugaan korupsi yang dilayangkan ke KPK, dan laporan saya karna telah menyerang harkat dan martabat saya secara pribadi, menyebarkan informasi sesat, dan berita fitnah.”Ungkap Awe sapaan akrabnya itu.

Sementara Mulkansyah Ketua RCW mengaku pasrah jika nanti dijebloskan ke Penjara.

“Saya siap lahir dan bathin, jika memang harus masuk penjara. Saya masuk penjara karna berjuang dengan pemberantasan korupsi,”ungkapnya.

Mulkan sapaan akrabnya ini mengaku laporan yang ia layangkan hanya sekedar dugaan, bukan menjastis Bupati bersalah.

“Saya laporkan dugaan, kenapa reaksi bupati terlalu berlebihan, membesar-besarkan masalah sampai melaporkan saya,”ungkap Mulkan.

Seharusnya kata dia, Bupati tak perlu bereaksi seperti itu, mengingat beliau merupakan mantan aktivis dan Wartawan.

“Pengadilan kan yang bisa mengatakan dia bersalah atau tidak, saya buatkan di LP tersebut dugaan, bukan perampokan.”Ungkapnya.

Mulkan juga menyatakan proses hukum yang dilayangkan Bupati di Bareskrim, harus menunggu laporan yang telah dilayangkannya ke KPK.

“Kalau laporan saya itu tidak terbukti, saya pasrah masuk penjara,”tutupnya.

Sementara berdasarkan bocoran dokument laporan RCW ke KPK dan Kejagung yang beredar di media sosial, RCW menyebutkan bahwa Bupati Lingga bersama PT. Multi Koko Indonesia identik dengan teroris.

“Dugaan Kasus KKN yang terjadi di Kabupaten Lingga Kepulauan Riau selama ini sudah termasuk dalam Kategori: sangat brutal, membabi buta, memprihatinkan dan identik dengan terosis.”Potongan laporan RCW ke Kejagung.

 

Penulis: Suaib

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here