TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.Com – – Tersangka DPO Pencurian dengan Penggelapan mobil Toyota Rush BP.1573.TO, MS berhasil ditangkap di Jakarta berkat kerja sama unit reskrim Polsek Bukit Bestari Tanjungpinang dengan Unit Opsnal Polsek taman Sari Polres Jakarta Barat pada jumat (17/2) pukul 23.30 yang dipimpin oleh Ipda Raja Vhindo. S.sos Kanit Reskrim Polsek Bukit Bestari.

Berawal dari pelapor bernama Juliana Mondoringin (Pemilik Mobil) melaporkan kejadian tersebut pada 19 November 2016 lalu.

Kapolsek Bukit Bestari Arbaridi Jumhur melalui Kanit Reskrim Ipda Raja Vindho. S.sos menjelaskan pada tanggal 17 November 2016 lalu terlapor mengantar Pelapor menggunakan mobil tersebut. Selanjutnya ke esokan harinya terlapor kembali menjemput Pelapor dengan menggunakan kendaraan yang lain dengan alasan mobil tersebut rusak.

Kemudian keesokan harinya lagi pelapor kembali menyuruh terlapor untuk bekerja seperti biasa menggunakan mobil milik pelapor.

Alhasil, terlapor tidak dapat lagi dihubungi setelah dicek ke kamar Pelapor, BPKB pelapor juga raib di Gondol nya. Akibatnya pelapor mengalami kerugian sekitar Rp.300.000.000,-.

Ipda Raja Vindho menjabarkan bahwa tersangka merupakan DPO selama 4 Bulan, Sebelum tertangkap, tersangka sempat berpergian ke Jogja hingga akhirnya menetap di Jakarta. Dalam pengakuannya, tersangka sakit hati dan dendam karena selalu dihina dan dikatai oleh korban.

“Tersangka ditangkap sendiri merupakan supir yang sudah mendapat kepercayaan oleh korban, sehingga tersangka dengan mudah mengambil surat kendaraan mobil tersebut dan melakukan aksinya pada November lalu,” imbuhnya.

Lanjut Ipda Raja Vindho, Mobil Toyota Rush warna putih tersebut dijual seharga 170 juta oleh tersangka. Terkait dengan pembeli mobil, polisi masih mendalami apakah mengetahui bahwa mobil tersebut adalah curian.

Akibat Perbuatan tersangka dijerat pasal 362 Jo 372 KUHP Tentang Pencurian dengan Penggelapan diancam dengan pidana penjara paling lama 9 Tahun Penjara.

“Perbuatan tersangka kemungkinan ada tindak pidana lain, yakni memalsukan tanda tangan korban dalam kwitansi jual beli mobil tersebut, hingga saat ini penyidik masih mengembangkan kasus ini,” Tambah Vindho.

Penulis: Akok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here