Deputi III BP Batam, Eko Santoso Budianto bersama Kepala Kantor Lahan BP Batam Iman Bachroni saat Press Conference di Gedung Marketing Centre BP Batam, Selasa (14/03). Foto : putra

BATAM, SIJORITODAY.com – Badan Pengusahaan (BP) Batam mengungkapkan untuk menyelesaikan permasalahan lahan di Batam membutuhkan waktu selama 2 Tahun 8 Bulan. Hal tersebut akibat terbatasnya sumber daya manusia yang dimiliki BP Batam saat ini.

“Saat ini ada 1.571 titik lahan terlantar yang akan di evaluasi oleh BP Batam. Dalam satu bulan kami hanya sanggup menyelesaikan 50 berkas saja,” ungkap Deputi III BP Batam, Eko Santoso Budianto, Selasa (14/03).

Secara rinci dalam menyelesaikan permasalahan lahan terlantar di Batam. Pihak BP Batam harus menaati prosedur yang ada hingga sampai pada keputusan apakah lahan tersebut bisa direlokasi atau dicabut permanen.

“Kalau mau dipercepat ya bisa saja jika tak melewati tahapan yang ada. Wewenang ada ditangan BP Batam. Kalau kita lakukan, nanti kami dibilang sok arogan lagi,” cetusnya.

Eko menambahkan, saat ini BP Batam tak lagi bisa memberikan janji-janji manis karena pada dasarnya persoalan lahan dibatam sangat kompleks. Kedepannya BP Batam akan mengalokasikan lahan lagi dan mengajak mitra untuk mengembangkan lahan yang belum dialokasikan.

“Nanti akan kami tentukan masterplannya. Pemohon disewakan lahan diluar dari yang kami tentukan. Ajukan saja penawarannya lewat website resmi kami,” jelas Eko.

Ditempat yang sama, Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Purnomo Andiantono, mengatakan, pernyataan sikap dari BP Batam tak perlu dipertentangkan kalangan pengusaha.

“Kalau tidak merasa bersalah ya tidak perlu marah. Jika marah berarti tak cocoklah,” tutup Andi.

Penulis : Putra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here