Pelatihan pendekatan fisioterapi terkini untuk tumbuh kembang anak penyandang disabilitas Cerebral Palsy. Pelatihan diselengarakan atas kerja sama dengan Yayasan Unan Rehabilitasi Sosial dan Vokasional penyandang Disabilitas di Kab. Lingga. Foto : jc

LINGGA,SIJORITODAY.com– – Kabupaten Lingga hingga kini masih belum memiliki Sekolah Luar Biasa (SLB). Sedikitnya 162 anak penyandang disabilitas di wilayah tersebut belum mendapatkan pendidikan yang layak.

Ketua Forum Komunikasi Keluarga Anak dengan Kecacatan (FKKADK) Kabupaten Lingga, Hj Rugayah Harun mengungkapkan keprihatinannya dengan kondisi tersebut.

Menurut Rugayah, anak penyandang disabilitas rata-rata tinggal di daerah pulau-pulau yang ada di Kabupaten Lingga. Sehingga mereka sangat membutuhkan wadah pendidikan yang layak.

“Kita mengharap Pemerintah Kabupaten Lingga segera membangun SLB”, ujarnya ketika ditemui ditengah-tengah kegiatan pelatihan penerapan kemampuan fungsional pada anak disabilitas di gedung Sapta Pesona, Kelurahan Dabo, Sabtu (18/3).

Kegiatan FKKADK yang digelar bermaterikan pelatihan pendekatan fisioterapi terkini untuk tumbuh kembang anak penyandang disabilitas Cerebral Palsy. Pelatihan diselengarakan atas kerja sama dengan Yayasan Unan Rehabilitasi Sosial dan Vokasional penyandang Disabilitas.

Rugayah menambahkan untuk mengelar pelatihan disabilitas tidak lagi harus mendatangkan narasumber dari luar daerah. Kabupaten Lingga telah memiliki sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi kemampuan dibidangnya.

“Kita berharap kegiatan ini hanya pemicu saja, kedepan hal ini harus jadi perhatian pemerintah daerah yang menyelenggarakan hal serupa dengan memanfaatkan SDM anak-anak daerah yang kita miliki,” sebutnya.

Penulis : Jon Cosmos

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here