NATUNA, SIJORITODAY.com – – Wakil Bupati Natuna Hj. Ngesti Yuni Suprapti secara resmi menutup acara Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan Bagi Para Pekerja (Pelatihan Menjahit, Las dan Listrik) di Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja dan Trnasmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Natuna diruang Serbaguna Disnakertrans, Jum’at (03/11) pagi.

Hadir di acara tersebut Wakil Bupati Natuna Hj. Ngesti Yuni Suprapti, Kepala Disnakertrans, FKPD/OPD, serta para peserta pelatihan kerja.

Kegiatan itu sebelumnya telah di tata oleh Disnakertrans Kabupaten Natuna  berlangsung selama satu bulan guna melatih dan mendidik 31 orang masyarakat Natuna, terhitung mulai awal Oktober hingga Awal November 2017.

Husaini sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Tranmigrasi berhasil meningkatkan Sumber Daya Manusia untuk persiapan bersaing di era Global dalam mengisi pembangunan. Dengan mempersiapkan melatih keterampilan  Las, Menjahit dan Teknik Listrik bagi masyarakat Natuna dan mendapatkan Sertifikat Nasional untuk mencari pekerjaan.

“Kelulusan peserta dari hasil kompetensi akan di bawah ke Balai kerja di Pusat dan akan di pleno.peserta nanti akan mendapat sertifikat Nasional,” ucap Husaini(3/10).

Dijelaskannya, dalam hal pelatihan keterampilan para Instruktur didatangkan dari Pusat dan Balai Kerja Provinsi Kepri. Dengan metode ceramah,praktek dan langsung tanya jawab dengan instruktur selama 30 hari.

Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni juga sangat aspresiasi dalam sambutan pidatonya dan mengharapkan Natuna punya Sumber daya Masyarakat yang handal dan meminta   kepada kepala Dinas untuk bisa memonitor para Peserta yang ikut pelatihan dan keterampilan.

“Untuk kepala Dinas Pemberdayaan perempuan nanti nya bisa memonitor para Ibu Penjahit, demikian juga untuk Kepala Dinas lainya untuk mencari Link kepada perusahaan perusahan yang nantinya masuk ke Natuna untuk memperkerjakan Masyarakat Natuna,” ujar Wabup Natuna.

Ngesti Yuni  juga menekankan, agar masyarakat Natuna jangan hanya berharap kerja dikantoran dan mempunyai keinginan untuk menciptakan lapangan kerja sendiri dengan bakat dan keterampilan masing masing.

“Jangan bangga dengan seragam Putih menjadi PTT (pegawai Tak Tetap),hanya dengan pendapatan satu juta empat ratus ribu, kalau dibanding dari penghasilan menjahit,jauh lebih besar, biaya jahit satu baju aja dua Ratus ribu,” kata dia.

Ngesti sebelumnya juga telah mengunjungi Pusdiklat Migas(pusat pendidikan latihan minyak dan Gas) di Kabupaten Cepu,dan telah mempersiapkan di tahun 2018 nanti,masyarakat Natuna bisa mengikuti Pusdiklat Migas di Cepu.

“Pelatihan di Cepu gratis,daerah hanya memberikan biaya transportasi aja,nanti kepala Dinas mempeesiapkanya,karena Natuna sudah punya Kuota di Pusdiklat Migas Di Cepu,” tuturnya.

Penulis: Afrizal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here