TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Salah seorang pengusaha bidang Developer Perumahan Pondok Geysa Residence, diduga telah melakukan penimbunan terhadap aliran anak sungai Sudip, yang terletak di Jalan Karya, Kilometer 9, Kecamatan Tanjungpinang Timur.

Kondisi tersebut membuat pihak pemilik lahan yang berbatasan sungai Sudip tersebut tidak terima dan melakukan protes terhadap pengembang perumahan tersebut, karena tanah yang sudah mereka kuasai selama ini seluas 2 hektar bisa menjadi berkurang.

Mengetahui kondisi tersebut, Syamsudin sebagai pemilik lahan yang bersempadan dengan lokasi itu berusaha untuk menghentikan kegiatan penimbunan yang dilakukan pihak Developer Perumahan.

Cek-cok mulut pun sempat terjadi setelah salah seorang pria menggunakan seragam dinas TNI mencoba untuk mencegat upaya dilakukan pihak Syamsudin yang meminta agar aktifitas kegiatan alat berat jenis traktor yang tengah melakukan perataan tanah di kawasan tersebut. Alasanya, pihak perumahan tersebut telah memiliki sertifikat.

Anehnya, seorang pria yang diketahui bernama Jefri, sebagai pegelola Perumahan Pondok Geysa Residence, ketika dimintai tanggapannya hanya terlihat diam dan enggan berkomentar.

Setelah melalui penjelasan oleh pihak Syamsudin yang turun bersama Ketua dan anggota Ormas Laskar Merah Putih Mada LMP Kepri, Ismail Hasibuan, akhirnya kegiatan penimbunan anak Sungai Sudip menggunakan alat berat tersebut berhasil dihentikan.

“Mereka sudah menyerobot sebagian lahan kita, dengan menimbun anak Sungai Sudip yang merupakan batas tanah kita dengan pihak perumahan tersebut. Apalagi persoalah status tanah ini juga masih dalam proses hukum (Status Quo),” ungkap Syamsudin, kemaren.

Menurut Syamsudin, luas tanah miliknya di kawasan tersebut, sekitar 2 hektar. Hal itu didasari Surat Alas Hak yang telah dikuasainya sejak beberapa tahun silam.

“Dasar kepemilikan tanah saya adalah Alas Hak, sesuai dengan batas-batas tanah yang sudah kita beri tanda,” ungkapnya.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi III DPRD Tanjungpinang, Ashadi Selayar menyatakan siap menindaklanjuti informasi terhadap penimbunan aliran sungai sudip di KM 9 tersebut.

“Kita segera melakukan cek langsung ke lapangan,” pungkas Ashadi.

Penulis: An

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here