Pembangunan Hotel di Cabana Resort menggunakan Cren terlihat dari jauh, foto: Akok

BINTAN, SIJORITODAY.com – – Cabana Resort yang dikelolah oleh Bintan Agro yang berada di Kilometer 46, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan tengah melakukan pembenahan. Rencananya Di Cabana Resort akan dibangun Hotel berbintang.

Berdasarkan penelusuran Sijoritoday.com dilapangan, terdapat dua Crane yang berdiri tegak diarea lokasi tersebut.

Adanya informasi diberbagai sumber yang dapat dipercaya, bahwa operator Crane yang mengoperasikan Crane itu adalah warga negara asing dari China. Nama yang tertera di plang tersebut juga diduga tidak sesuai dengan yang mengoperasikannya. Kabarnya, nama seorang WNI tertera di Plang pengoperasian Cren tersebut.

“Itu yang mengoperasikan Crane warga negara asing dari China,” ujar sumber yang namanya sengaja tidak disebutkan.

Namun, ketika awak media ini mencoba mengecek plang pengoperasian Crane dan meminta izin kepada salah satu pihak Bintan Agro yang bernama Hariyanto untuk masuk ke Cabana Resort malah tidak diizinkan dengan alasan harus melaporkan kepada pimpinan Bintan Agro.

“Jangan dulu lah bang, saya harus izin bos agar bisa masuk, dan itu Crane yang mengoperasikannya orang kita bukan orang asing,” kata Hariyanto, kepada Sijoritoday.com, Rabu (22/11/2017).

Pengoperasian Cren yang dikhawatirkan menimpa pengendara, foto: Akok

Crane itu juga rawan bagi pengendara yang melintasi jalan, karena besi yang melintang diatas Crane tersebut membujur tepat diatas aspal sehingga dapat membahayakan pengendara yang melewati Cabana Resort apabila besi yang membujur tersebut jatuh ke aspal.

Berdirinya Crane tersebut guna membantu para pekerja dalam membangun hotel berbintang di Cabana Resort. Crane berfungsi sebagai alat pengangkat didalam suatu proyek.

Menanggapi itu, Hariyanto menuturkan, jika berdirinya Crane sudah diawasi oleh Dinas terkait.

“Crane itu sudah ada izin, bahkan pihak Disnaker dan perizinan sudah melakukan pengecekan,” katanya.

Hariyanto menambahkan, terdapat 30 warga negara asing yang bekerja melakukan pengawasan tersebut sudah memiliki Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) dari Pusat.

“Sebelumnya pihak Imigrasi sudah datang melakukan pengecekan dan pengawasan juga,” kata dia.

Untuk saat ini puluhan pekerja dari WNA maupun WNI dipekerjakan untuk membangun hotel tersebut yang kemungkinan akan selesai pada tahun 2018 mendatang.

Hanya, berdasarkan pantauan tidak terlihat plang Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di lokasi pembangunan hotel di Cabana Resort. Terkait hal itu, Hariyanto kembali mengatakan, bahwa plang tersebut memang tidak ditampilkan dari pihak manajemen.

“Itu IMB yang lama kami pakai, dari pihak manajemen memang tidak ditempelkan,” cetusnya.

Penulis: Akok

1 KOMENTAR

  1. Kemarin saya membawa turis-turis lewat kawasan pantai sepanjang jalan arah trikora sekarang sudah tak elok lagi karena keindahan sudah banyak tertutup tembok mulai dari Trikora Beach Resort sampai arah Shady Shack. Bukannya perda tak membolehkan dirikan tembok penutup pantai? Tolong dicek bang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here