TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – -Dalam pelaksanaan Konferansi Kerja Nasional (Konkernas) V Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGRI) yang dilaksanakan pada tanggal 1-4 Februari 2018, Provinsi Kepulauan Riau menargetkan poin utama yang dibahas terkait kesejahtraan guru dan tata kelola.

Dimana saat ini kesejahtraan guru di setiap Provinsi sangat menghawatirkan, terutama guru honor. Selain itu, tata kelola guru yang terbagi dalam dua pihak, sebagian dipihak Provinsi dan sebagian di Kabupaten/Kota.

Ketua PGRI Provinsi Kepri AZ. Dadang AG mengatakan, dalam kegiatan ini PGRI sangat memperjuangkan kesejahtraan guru honorer, dimana honorer yang mereka dapatkan selama ini sangat jauh dari standar dan kebutuhan yang mereka perlukan. Bahkan setiap guru tersebut memiliki hak atas standar upah yang mereka terima dari kinerja mereka.

“Melalui Konkernas ini kita perjuangkan nasib mereka, dengan upah yang sesuai mereka akan meningkatkan kinerja mereka lagi. Untuk tata kelola saat ini terbagi dua, sebagian oleh pemerintah provinsi dan sebagian oleh Kota/Kabupaten, dengan Konkernas ini kita akan membahas terkait itu juga agar kedepan lebih baik lagi,” ucap Dadang di kantornya, Senin (29/1).

Selanjutnya, pembahasan pengangkatan guru honor menjadi Pegawai Negeri Sipil. Kemudian pembahasan kekurangan guru yang dialami dinas pendidikan selama ini, semua pembahasan itu akan menjadi poin utama dalam konkernas tahun ini.

“Kita akan bahas bagaimana sistem pengangkatan guru honor menjadi PNS dan kekurangan guru yang kita alami juga akan kita bahas, dimana selama ini sekolah-sekolah kita sangat banyak yang mengalami kekurangan tenaga pengajar jika tidak ada pengangkatan dan penambahan pada tahun ini,” ucapnya.

Kegiatan yang bertema membangkitkan kesadaran kolektif PGRI dalam meningkatkan disiplin dan etos kerja untuk pendidikan bermutu yang mengadirkan Menteri Dalam Negeri dalam pembukaan kegiatan tersebut yang merupakan sinergifitas antara pemerintah daerah dengan kementrian.

“Dengan mengangkat tema tersebut, merupakan tema yang sangat tepat dalam memperjuangkan nasib guru di seluruh indonesia, dimana selain memperjuangkan mereka, mereka juga harus meningkatkan kinerja mereka selama ini,” kata Dadang.

Sejauh ini, persiapan yang dilakukan tuan rumah dalam menyambut acara tersebut telah mencapai 90 persen, antusias peserta dari seluruh indonesia yang mendaftar sangat membludak. Dengan demikian, tuan rumah pelaksana akan melayani dan memberikan yang terbaik sehingga melalui kegiatan ini. Selain kegiatan kerja, pihaknya juga memperkenalkan sesuatu yang baik dan bisa dibanggakan.

“Sesuai perintah pak Gubernur, kita harus melayani dan memberikan yang terbaik dari segi keamanan dan pelayanan, sehingga mereka pulang nanti menceritakan keunggulan dari daerah kita kepada daerahnya,” tutupnya.

Penulis: Beto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here