Foto : dispenlantamal4

TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com– – Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) IV Koarmabar Lanal Batam tmenagkap sebuah speedboat  MB. Rudi Ekspres bermesin 100 PK dan 50 PK merk Yamaha yang sedang melaksanakan bongkar muat barang ilegal di Pelabuhan tidak resmi Sungai Lekop Sagulung Batam, Senin (5/2).

Empat orang berhasil ditangkap di tempat kejadian, tekong berinisal “R”, pengurus berinisal “F“ dan tiga anak buah kapal masing-masing berinisial “K, AD dan AK“. Speedboat MB. Rudi Ekspers beserta muatan  dikawal Patkamla Sea Rider 1  menuju dermaga Lanal Batam, untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Penangkapan berawal adanya informasi yang diterima Tim WFQR IV Koarmabar Lanal Batam adanya aktifitas speedboat yang diduga memuat barang-barang ilegal yang akan dibawa ke luar Batam.

Foto : dispenlantamal4

Patkamla Sea Rider 1 yang melakukan pengamatan dan penyekatan di jalur yang diduga akan dilalui speed boat tersebut.

Di Sungai Lekop Sagulung melihat adanya kegiatan  pemuatan barang-barang yang diduga tanpa dokumen ke sebuah speedboat yang sandar. Pada saat proses muat barang sedang berlangsung secara mendadak Tim WFQR IV Koarmabar Lanal Batam melaksanakan penyergapan secara bersama-sama dari pelabuhan dan dari arah laut menggunakan Patkamla Sea Rider 1.

Dari hasil pemeriksaan didapati sebanyak 258 dus yang terdiri dari kitchen wear 24 dus dan peralatan elektronik 234 dus dan tanpa dilengkapi dokumen yang sah. Dari keterangan sementara pemilik barang warga Jakarta berinisial “W“. Sedangkan sebagai broker di Batam berinisial “PM“. Barang muatan yang berhasil diamankan rencananya akan dibawa ke Tanjung Batu TBK.

Komandan Lanal Batam Kolonel Laut (E) Iwan Setiawan menyampaikan bahwa hasil tangkapan ini merupakan salah satu target operasi dari Tim WFQR IV Koarmabar Lanal Batam. Selanjutnya Lanal Batam secara terus menerus akan melaksanakan pemberantasan terhadap semua kegiatan dan penyelundupan ilegal yang dapat merugikan negara.

Foto : dispenlantamal4

Sementara itu, Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI R. Eko Suyatno dalam keterangan pers dihadapan awak media pada Kamis (8/2) di Dermaga Batu Ampar Batam mengatakan, barang tersebut berasal dari Kapal-kapal besar yang dipindahkan ke kapal kecil di Out Port Limit (OPL) selanjutnya di bawa dan ditampung ke gudang yang berada di Batam. Kenapa di OPL menurut Danlantamal IV, karena wilayah tersebut  sudah diluar kepabean Indonesia.

Ditambahkan Danlantamal IV penangkapan dilakukan di pelabuhan tikus ketika sedang proses pemuatan dan rencanannya barang tersebut akan di bawah ke Jakarta.
Batam merupakan kawasan dengan perlakuan khusus sehingga diperbolehkan barang barang dari luar masuk membuat harga barang menjadi lebih murah. Hal inilah yang sering dimanfaatkan para pelaku bisnis untuk mencari keuntungan dengan menjual kembali barang tersebut ke luar dengan harga yang tinggi.

Turut mendampingi Danlantamal IV Laksamana Pertama TNI R. Eko Suyatno pada kesempatan tersebut antara lain Asops Danlantamal IV, Asintel Danlantamal IV dan Kadiskum Lantamal IV.

Penulis : red

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here