TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.Com- -Menjadi lokasi pertama untuk percobaan pemberian bantuan sosial pangan non tunai dari Kementrian Sosial Republik Indonesia, Pemerintah Provinsi Kepri lebih mengutamakan penyaluran dan penyuksesan pelaksanaan tersebut di kabupaten/kota maju terlebih dahulu.

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Dinas Sosial Kepri, Endang Suhara, katanya, saat ini di Kepri Kemensos RI baru menguji di Kota Batam terlebih dahulu.

“Mudah-mudahan kedepan program tersebut bisa terlaksanakan di seluruh kabupaten/kota di Kepri,” ucap Endang di SMAN 2 Tanjungpinang, Rabu (14/2/2018).

Meskipun Kementrian memberi batas akhir pada 25 Februari, penyaluran bansos harus secara non tunai yang berlaku di seluruh indonesia. Namun, jika belum semuanya terlaksanakan, Dinsos akan melakukan evaluasi tersendiri guna menyukseskan program tersebut.

“Kepri akan bisa kita lakukan, secara umum sudah ada tim yang dibentuk guna melakukan koordinasi di seluruh Kabutaten/Kota,” ucapnya.

Ia menambahkan, bantuan dalam bentuk non tunai tersebut sangat membantu, baik bagi pemerintah maupun bagi masyarakat, dimana dibandingkan dengan program Rastra yang terdapat permasalahan yang sering terjadi di pendistribusiannya dan tidak tepat penerima bantuannya.

“Dengan bantuan ini, diharapkan semua permasalahn yang terjadi sebelumnya tidak terjadi lagi, melalui program ini bantuan yang diberikan sudah tepat sasaran dan sesuai prosedurnya,” ucapnya.

Lebih lanjut dikatakannya, saat ini hanya tiga kabupaten/kota yang memiliki E-Warung, dimana E-Warung tersebut merupakan tempat mengambil/ belanja bantuan non tunai.

“Batam,Tanjungpinang dan Karimun yang dinilai memenuhi kreteria, karena E-Warung tersebut membutuhkan perangkat elektronik, yang dipulau itu menjadi kendalanya namun segera menyusul,” tutupnya.

Penulis: Beto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here