TANJUNGPINANG, SIJORTODAY.com – – Untuk peletakan kontainer sampah di Kota Tanjungpinang, hingga saat ini Dinas Perumahan Rakyat dan Pemukiman (Perkim)  masih menggunagakan bahu jalan. Penggunaan bahu jalan tersebut dikarenakan tidak adanya lokasi yang diberi dan diizinkan. Hal tersebut dikarenakan belum adanya Peraturan Daerah (Perda) yang menegaskan kepada pengusaha pengembang kota untuk membagikan sedikit lahannya untuk kontainer sampah, Minggu (11/2).

Kepal Dinas Perkim Kota Tanjungpinang, Amrialis mengatakan, permasalahan sampah saat ini merupakan permasalahan yang sangat serius untuk ditangani, terutama bagi pengembang kota (perumahan dan pertokoan) harus menyediakan lokasi untuk kontainer sampah. Karena dengan adanya kontainer di lokasi yang disediakan tersebut, masyarakat tidak akan membuang sampah secara sembarangan, dimana kebanyakan saat ini masyrakat beralasan lokasi perumahan dengan kontainer sampah sangat jauh, sehingga mereka memilih membuang sampah disembarang tempat.

“Harus ditekankan untuk menyediakan lahan untuk kontainer sampah, bukannya besar cuma 3×3 meter merekapun tidak mau lahannya dijadikan tempat meletakkan kontainer sampah,” ucap Amrialis di Tanjungpinnag.

Amrialis menambahkan, bahwa sejauh ini hampir seluruh kontainer sampah di Tanjungpinang diletakkan di bahu jalan. Meskipun ada beberapa waktu lalu diletakakan di lokasi jauh di bahu jalan, banyak warga pemilik lahan yang protes dengan alasan mau membangun lokasi tersebut. Lokasi kontainer yang menggunakan bahu jalan terdapat di beberapa titik seperti, di Seijang, Kamboja, Batu 8 atas, Batu 10, Batu Hitam.

“Jika tempat tersebut sudah diletakkan bak kontainer, beragam alasan meraka sampaikan untuk segera dipindahkan kontainer tersebut. Seperti yang terjadi di Bintan Center, mereka beralasan tempat tersebut akan dibangun tempat peribadatan mereka. Kemudian diletak di lahan kosong, mereka juga protes, katanya mau dibangun yang kenyataannya hingga saat ini tidak ada pembangunan,” ucapnya.

Selanjutnya untuk meningkatkan kebersihan sampah di Tanjungpinang, diharapkan kesadaran yang besar dari seluruh masyrakat, jangan dikarenakan ada petugas kebersihan, mereka sesuka hati membuang sampah di jalanan, dan di tempat yang sudah dipasang spanduk larangan.

“Sejauh ini kesadaran masyarakat untuk membuang sampah tidak sembarangan masih sangat kurang, mereka susah sekali diberi peringatan, sudah dipasang spanduk dilarang buang sampah disini, namun mereka dengan santai buang sampah di situ juga. Kemudian yang paling menyakitkan lagi mereka dengan santai buka kaca mobil buang sampah keluar,” ucapnya.

Penulis: Beto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here