BATAM, SIJORITODAY.Com– – Pemerintah Daerah Kepulauan Riau akan membatasi jumlah taksi online yang beroperasi di Kota Batam. Ini sekaligus akan menjawab aspirasi masyarakat akan kebutuhan taksi online. Karena sejak taksi online muncul, kerap terjadi silang pendapat dan berakibat pada tindak pidana.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kepulauan Riau, Jamhur Ismail, kuota 300 unit taksi online ini hanya bersifat sementara yang nantinya akan ditetapkan dalam surat keputusan Gubernur Kepri.

“Dari hitungan, 300 unit kuota taksi online yang akan beroperasi di Batam,” ujar Jamhur kepada wartawan di gedung Graha Kepri, Batam Center pada Rabu (21/2/2018).

Jamhur menyampaikan hal ini usai pembahasan taksi online yang masih menjadi polemik di masyarakat bersama Dinas Perhubungan Kota Batam, Organda, Komisi III DPRD Kepri dan stakeholder lainnya.

Menurutnya, kuota ini belum bisa diterapkan. Sebab belum semua badan usaha taksi online yang mengurus izin sesuai Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 108 Tahun 2017.

Kuota ini akan berubah setelah diadakannya survei kebutuhan taksi untuk masyarakat Batam. Pemda Kepri sendiri akan membiayai pelaksanaan survei dengan konsultan untuk menentukan kuota yang proporsional sesuai kebutuhan.

Penulis : sito2

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here