Kepala Bidan (Kabid) Pelayanan dan Pencatatan Sipil di Disduk Capil Kota Tanjungpinang, Siswati. Foto: Ak

TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tanjungpinang telah melampaui target nasional penerbitan akte kelahiran anak. Hal tersebut diketahui berdasarkan data dari pusat mencapai 96 persen dan data di Provinsi Kepri mencapai 86 persen untuk tahun 2017.

Perbedaan persen tersebut karena perbedaan penduduk yang terdata di pusat dan di Kota Tanjungpinang.

Namun untuk Akte Kelahiran di Kota Tanjungpinang, akte umum yang usia diatas 18 tahun itu mencapai 51,89 persen, data tersebut berdasarkan database Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil yang sudah masuk ke sistem.

Demikian disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan dan Pencatatan Sipil di Disduk Capil Kota Tanjungpinang, Siswati, kepada Sijoritoday.com diruangannya, pada Kamis (22/02).

“Bagi masyarakat yang memiliki akte kebanyak akte umum hanya diketahui Kecamatan yang diartikan sudah lahir saja. Sebetulnya data tersebut tidak terekam ke Disduk. Sebaiknya dapat mendaftar atau memperbaikinya di Disduk,” ujar Siswati, yang memiliki praktek kebidanan di Jalan Ajungar tersebut.

Siswati mengatakan, Disdukcapil Kota Tanjungpinang untuk program tahun 2018 akan turun langsung ke SKPD melakukan registrasi kembali guna mengecek sipil yang telah terdata di database termasuk di Kelurahan, Kecamatan dan rumah masyarakat.

“Semuanya akan kita jaring agar dapat akte, diharapkan juga masyarakat pro aktif demi dokumen kependudukannya,” ujar Siswati.

Siswati menghimbau agar masyarakat yang belum memiliki akta lahir dapat mengurusnya melalui RT, Kelurahan atau dapat datang ke Disdukcapil.

“Sebaiknya ngurus dari sekarang agar tidak antri ,jauh-jauh hari sudah dapat mengurus,” katanya.

Disdukcapil telah bekerja sama di klinik-klinik dan rumah sakit maupun bidan untuk kepengurusan akte dan Kartu Keluarga (KK). Seperti yang akan dicanangkan Program “Tri In One” kepengurusan KIA, Akte, dan KK langsung dalam mengurusnya dalam satu paket.

Keterbatasan Tenaga Harian Lepas (THL) serta peralatan perekaman membuat pihak Disdukcapil bekerja ekstra dalam pelayanan terhadap masyarakat.

“Seharusnya perangkat RT RW dapat mengurus masyarakatnya agar segala kepengurusan akte lahir KK, KTP semua masyarakat telah mengantonginya,” tungkasnya.

Siswati berpesan, agar masyarakat dapat mengurus dokumen keluarganya serta dapat mengecek kembali yang telah diterbitkan data dari Disduk agar tidak ada kesalahan dalam biodata kekeluargaannya.

“Pada intinya kita memberi pelayanan mudah ke masyarakat untuk mendapatkan dokumen,” ucapnya.

“Anak adopsi ada jalurnya, disini gratis mengurus surat, tidak ada bayar, kita mau menertibkan, jangan ada rumor yang tidak benar,” kata dia menambahkan.

Penulis; Akok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here