TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – -Dalam rangka meningkatkan penguatan strategi pengawasan partisipatif dalam Pilwako 2018, Panwaslu intensifkan program Goes To Campus, hal ini guna memberikan pemaham kepada mahasiswa yang merupakan sebagai pemilih pemula. Kegiatan dilaksanakan di Auditorium Kampus UMRAH, Dompak, Kamis (22/02).

Kegiatan yang bertemakan peran mahasiswa dalam menciptakan pilkada Kota Tanjungpinang 2018 yang jujur, bersih dan adil terus dilaksanakan setelah sukses mengadakan kegiatan sosialisasi bersama mahasiswa dan dosen perguruan tinggi se-Kota Tanjungpinang.

Panwaslu selalu mengapresiasi kegiatan mahasiswa yang berperan aktif, kreatif dan edukatif dalam merespon dinamika demokrasi, terutama pada momentum Pilkada Tanjungpinang.

“Panwaslu sangat mengapresiasi kegiatan mahasiswa yang produktif seperti ini, sejatinya mereka  telah berperan aktif, ” ucap Ketua Panwaslu Kota Tanjungpinang Maryamah.

Selanjutnya Kordiv Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Muhammad Zaini menjelaskan, sebagai agen perubahan, mahasiswa harus mampu menyelaraskan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam seluruh aspek kehidupan, termasuk dalam konteks kepemiluan saat ini.

Diantara peran yang dapat dilakukan mahasiswa dalam pilkada adalah melakukan gerakan edukasi politik etis, dan jangan terjebak menjadi korban politik praktis pragmatis. Terus lakukan berbagai bentuk kegiatan edukatif, seperti seminar, kajian, diskusi, penelitian, pematauan, dengan harapan mahasiswa akan menjadi pemilih cerdas, serta berkontribusi dalam meningkatkan partisipasi pemilih masyarakat.

“Mahasiswa menjadi bagian dari simpul relawan Panwaslu yang bersinergi dalam pengawasan, dalam mensukseskan pilkada,” ucapnya.

Dalam kegiatan tersebut, Dekan FISIP UMRAH Bismar Arianto menjelaskan, ada 5 sumbu Pilkada berkualitas diantaranya pemilih cerdas, peserta politik, penyelenggara, media, pemerintah dan aparat penegak hukum. Dimana mahasiswa harus menjadi pemilih rasional dan berperan dalam meningkatkan partisipasi pemilih serta bersinergi bersama Panwaslu dalam membantu fungsi pengawasan.

“Media menjadi kekuatan yang luar biasa. Manfaatkan pula media sosial sebagai control terhadap berbagai pelanggaran pilkada,” ujar Bismar.

Ketua BEM FISIP UMRAH, Gilang Ramadhan mengatakan, bahwa  mahasiswa yang berfikir objektif dan rasional adalah kekuatan dalam mewujudkan pilkada yang bersih. Kemudian mahasiwa berperan dalam mengawal proses pilkada, melakukan pendidikan politik, bahkan kajian tentang kepemimpinan ideal versi mahasiswa namun tetap independen dan hindari perpecahan.

“Kita harus lakukan itu, untuk menjadi Mahasiswa cerdas,” tutupnya.

Penulis: Bet

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here