TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com -Kepala Bidang Dinas Perdagangan dan Industri (Disperdagin) Kota Tanjungpinang, Desi Afrianty menghimbau kepada seluruh masyarakat Kota Tanjungpinang agar menjadi masyarakat yang bijak dalam membeli barang, terutama peralatan rumah tangga harus berlebelkan Standar Nasional Indonesia (SNI).

“Kita ajak masyarakat untuk membeli dengan cerdas, selalu kita sosialisasikan itu,” kata Desi dikantornya, Kamis (23/2/2018).

Desi menambahkan, saat ini pihaknya hanya bisa terus menghimbau kepada masyarakat karena mengingat peredaran barang tidak berlebelkan SNI telah marak di Tanjungpinang.

Sebab, saat ini fungsi penindakan terkait beredar luasnya produk China tersebut terdapat di Dinas Perdagangan Provinsi, sedangkan fungsi kabupaten/kota hanya sebagai Meterologi Legal.

“Kami hanya ikut mengawali dan mengecek jika di ajak, dulu kita bisa melakukan penindakan, karena kewenangan ada di kita, saat ini sudah berubah,” ucapnya.

Saat ini peredaran barang tidak SNI dapat dengan mudah ditemukan di Tanjungpinang. Seperti di serba 10 ribu di batu sepuluh dan serba 10 ribu di Bestari Mall, dan di beberapa swalayan di Kota Tanjungpinang yang menjual barang plastik dan barang pecah belah. Berkedok menjual barang tersebut dengan harga yang murah meskipun melanggar peraturan pemerintah.

Desi melanjutkan, untuk serba 10 ribu, sebelumnya sudah ada peninjauan ke lokasi, memang diakuinya peralatan ditoko tersebut hampir keseluruhannya tidak memiliki izin edar.

Namun hingga kini hasil laporan dari tinjauan bersama PPNS Provinsi belum diterima Disperdagin Kota Tanjungpinang.

“Sudah pernah ditinjau, dan belum ada laporan yang masuk ke kota hingga saat ini,” jelasnya.

Ia menjelaskan, tahapan yang dilakukan jika terjadi pelanggaran dan melanggar aturan, prosedurnya akan menyurati perusahaan hingga 3 kali, jika tidak di indahkan, maka pihak berwenang akan melakukan pencabutan izin dagang.

Berdasarkan pantauan Sijoritoday.com di lapangan, ditemukan berbagai macam barang china yang tidak berlebel SNI seperti lampu listrik, botol minuman, barang pecah belah, peralatan makan dari besi( sendok, garpu, kuali, penggoreng, pengering minyak), helm, alat tukang, peralatan bengkel, shampo mobil, oli rem, oli rantai, sabun cuci piring, kebutuhan mandi, mainan anak, berbagai bahan dari plastik, farpum.

Untuk lokasi bongkar muat barang tersebut, diduga sejumlah oknum pengusaha masuk melalui pelabuhan Kilometer 6, Jalan Kijang Lama dan beberapa pelabuhan tikus lainnya yang ada di Kota Tanjungpinang.

Penulis: Bet

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here