NATUNA, SIJORITODAY.com – -Pemerintah Kabupaten Natuna mendukung baik keinginan Investor dan akan memberi kemudahan dengan langkah yang telah diambil yakni melakukan sosialisasi bidang perkebunan kelapa hibrida kepada masyarakat melalui perangkat Pemerintah Daerah hingga ke Desa, namun yang diutamakan terlebih dahulu di pulau Bunguran, Kamis (01/03/2018).

Inspektur PT. Borneo Subur Mandiri, Said Jafar menjelaskan, adapun luas lahan yang akan dibutuhkan sebesar 40.000 Hektar, dengan catatan lahan produktif 20.000 Hektar kemudian sisanya untuk lahan tidur masyarakat, namun lahan untuk perkebunan tersebut tidak dapat di perjual beli kan dengan masyarakat.

“Untuk HPK sendiri akan di teruskan kepada Menteri Kehutanan¬† jika sudah keluar izinnya, maka dilajukan pengurusan AMDAL. Setelah itu barulah Bupati keluarkan izin dan lahan bisa Kita garap,” jelasnya.

Said Jafar juga mengatakan, mulai penanaman hingga perawatan, biaya ditanggung pihak PT. Borneo Subur Mandiri dan tidak ada ganti rugi lahan.

“Keuntungan menanam kelapa hybria, karena waktu panen hanya 3-4 tahun, sementara nilai jual tinggi presentasinya ekspor. Selain itu Kita juga akan bangun pabrik santannya,” kata dia.

Diketahui, terdapat dua perusahaan yang sama akan menggarap lahan tersebut, pertama PT. Borneo Subur Mandiri dan PT. Borneo Subir Perkasa. Perusahaan ini Bergerak di bidang sawit, bahkan termasuk 10 besar di Indonesia.

“Kalau ini sudah berjalan diperkirakan ada 151 juta butir bisa dipanen dalam 1 tahun. Puncaknya bisa 500 juta butir,” ungkap Said.

Penulis: Widya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here