NATUNA, SIJORITODAY.com – -Keberadaan Dewan Hakim dalam pelaksanaan MTQ disetiap jenjang kompetisi menjadi instrumen utama bagi menentukan keputusan terhadap seluruh materi penilaian. Oleh karenanya fungsi ini harus dapat berjalan secara netral, menyandarkan pada kaedah-kaedah penilaian yang telah ditetapkan serta objektif dan tidak terpengaruh terhadap berbagai intervensi.

Hal ini dikatakan Bupati Natuna, Abdul Hamid Rizal dalam sambutannya pada acara Pelantikan Dewan Hakim Musabaqoh Tilawatil Qur’an IX tingkat Kabupaten Natuna, Tahun 2018, bertempat di Gedung Serbaguna Kecamatan Bunguran Timur Laut, Selasa (27/03) siang.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua DPRD, Asisten Pembangunan, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah dan pengurus LPTQ Kecamatan se-Kabupaten Natuna serta perwakilan kafilan peserta kegiatan.

Hamid Rizal menambahkan, untuk menciptakan tolok ukur yang riil terhadap kemampuan potensi tilawatil Qur’an yang dimiliki Kabupaten Natuna, penilaian yang netral dan objektif adalah suatu keharusan. Karena melalui kaedah penilaian yang profesional, seluruh peserta akan mendapatkan peluang yang sama tergantung kemampuan dan keterampilan yang dimiliki.

Melalui penjaringan duta tilawatil Qur’an dalam MTQ kali ini, diharapkan upaya mempersiapkan Kafilah Kabupaten Natuna yang lebih berdaya saing dapat terwujud untuk menyongsong pelaksanaan MTQ VIII tingkat Provinsi Kepri yang akan dilaksanakan di Kabupaten Lingga tidak berapa lama lagi.

Adapun Dewan Hakim yang dilantik dan akan ditugaskan pada seluruh cabang perlombaan kali ini berjumlah 102 orang, terdiri dari 96 orang dewan hakim asal Kabupaten Natuna dan 6 orang asal Provinsi Kepri.(Hum)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here