TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Ketua PD XXXI Keluarga Besar FKPPI Kepulauan Riau, Irwan Panggabean meminta masyarakat Kepri untuk lebih bijak memaknai sebuah foto viral di media sosial Facebook yang menunjukkan Wagub Kepri Isdianto dan mantan Wagub Kepri Soeryo Respationo menginjakkan kakinya ke kursi.

“Kalau kita melihat lebih dari sisi yang lebih komfrehensif dan bisa memaknai lebih bijak dan menyikapi dari sudut pandang yang lebih luas, maka pose tersebut adalah ungkapan dari style gaya yang ditimbulkan untuk mewujudkan rasa Humoris dan semata mata hanya untuk kepentingan suatu objek dalam mencari posisi,” kata Irwan Panggabean, Kamis (29/03).

Seperti yang diketahui, saat ini sedang ramai di perbincangkan oleh masyarakat maupun Netizen terkait viral nya sebuah foto Wakil Gubernur Kepri dan Mantan Wakil Gubernur Kepri yang berpose dengan mengekspresiakan rasa suka dan riang dengan menginjakkan kaki sebelah ke sebuah kursi.

Foto yang Viral di medsos Facebook

“Foto tersebut bagi orang yang melihat adalah suatu peristiwa yang dijadikan suatu penyampaian sebuah uneg-uneg melalui berita, dimana dari kaca mata mereka berpose gaya tersebut tidak mencerminkan sebuah budaya melayu dan tidak berlandaskan etika,” ucapnya.

Maka Irwan Panggabean mengajak masyarakat lebih bijak dan tidak terlalu membesarkan dengan menebar kebencian yang sesungguhnya hanya menjadikan pelemahan, dimana Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau baru saja memiliki Wakil Gubernur yang sempat menjadi polemik dalam proses pemilihan nya.

“Sebuah perjuangan yang mengantarkan Isdianto yang notabene adik kandung dari Alm. Sani mantan Gubernur Kepri, sehingga di lantik di istana oleh Presiden RI, itu juga tidak luput dari peran serta sumbangsih seorang Soerya Respationo atau biasa dipanggil Romo yang pernah menjadi Wakil Gubernur Kepulauan Riau, hingga kita lupa lalu membuat objek pose tersebut menjadi sebuah pandangan sebagai sebuah Sarkasme,” ujar Irwan.

Dikatakannya, terdapat pesan yang kuat didalamnya, bahwa pejabat bukanlah penyembah kursi. Pejabat itu abdi rakyat, bukan abdi kekuasaan yang dalam hal ini dilambangkan dengan kursi.

“Kursi seorang Wagub itu sesungguhnya ada dihati masyarakat Kepri. Bila sudah menyatu manunggal maka akan bisa selalu hadir saat masyarakat dalam kesulitan, karena yang mereka sampaikan adalah bahasa kalbu,” tungkasnya.

Akok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here