TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – -Dua tahun jadi Staf Khusus Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Andi Anhar Chalid menyerahkan surat pengunduran diri secara langsung kepada Gubernur Kepri Nurdin Basirun, pada Jumat (6/4/2018).

Pasalnya, dia merasa sebagian amanah yang diamanatkan almarhum HM Sani mantan Gubernur Kepri itu telah laksanakannya.

“Sudah saatnya lah saya mundur,” katanya kepada Sijoritoday.com.

“Dulu kan saya diminta jadi Staf Khusus Gubernur Kepri, beliaulah (alm Sani) yang meng SK kan saya, sebab ada hal-hal yang disampaikan ke saya yang akan dipikirkan tentang Kepri ini,” ucapnya.

Pengunduran dirinya ini ia tegaskan tidak ada maksud lain, baik dalam kontestasi Pilkada 2019 ataupun 2021.

“Saat ini saya lebih memilih independen sebab kini pekerjaan rumah kan sudah selesai, ada Wagub Isdianto yang menjalankan tugas”, tungkas Andi Anhar yang pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Kepri ini.

Ia menolak berbagai alternatif yang ditawarkan Nurdin Basirun sebagai pengganti kemunduran dirinya sebagai Staf Khusus.

Untuk langkah selanjutnya, dirinya akan fokus dalam dunia bisnis.

“Saya kan backgroundnya orang bisnis, saya saja sudah punya karyawan 50 puluhan, masak saya makan gaji sementara saya menggaji orang,” jelasnya.

Iya pun menengaskan tidak ingin terjun lagi ke dunia politik, namun jika pun dirinya diminta paling hanya sebatas penasehat-penasehat tokoh politik dan generasi muda yang akan terjun ke dunia politik.

Dengan pengunduran diri seorang pengusaha perbankan yang juga tokoh masyarakat Kepri ini, telah merancang akan mendirikan sebuah lembaga untuk memberikan pelatihan kepada kader-kader muda, sehingga perlu adanya sebuah recruitmen politik yang memang benar-benar memiliki pemahaman politik.

“Saat ini saya menilai recruitmen partai politik telah asal asalan yang penting ada duit dan bagaimana mungkin pemerintahan itu akan bersih jika orang-orang tidak memiliki pemahaman politik,” tutupnya.

Penulis: Bet

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here