TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com– – di Mako Dit Polair Polda Kepri, Jumat (21/4/2018), Polda Kepri mengungkapkan kasus tindak pidana keimigrasian dan pelayaran terhadap kapal kayu pengangkut 106 (Sebelumnya 107) orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang terombang ambing di perairan selat Singapura karena kehabisan bahan bakar minyak.

Kapolda Kepri Irjen Pol Drs. Didid Widjanardi, SH, melalui Kabid Humas Polda Kepri, Kombes. Pol. Erlangga menerangkan, bermula saat kapal patroli polisi melakukan penyisiran di sekitar perairan Selat Singapura, Kamis 19 April 2018 lalu, pihaknya menerima informasi dari Police Coast Guard Singapura bahwa kapal patroli Police Coast Guard Singapura PC 52 telah menemukan dan mengamankan 1 unit Speed Boat warna abu – abu bermesin tempel merk Yamaha 4 x 200 Pk dengan membawa penumpang TKI sebanyak 101 orang dan Crew sebanyak 5 orang.

Kapal tersebut berlayar dari Johor Malaysia tujuan Batam Indonesia mengalami kehabisan BBM (sebelumnya diberitakan tenggelam). Akibatnya, kapal tersebut hanyut sehingga memasuki perairan Indonesia dan mendekati perairan perbatasan Singapura.

Menerima informasi tersebut pihak PCG (Police Coast Guard) Singapura meminta Kapal Patroli Polisi Ditpolairud Polda Kepri untuk bergerak menuju TKP untuk
melakukan Evakuasi terhadap TKI.

“Namun dikarenakan banyaknya penumpang diatas Speedboat tersebut yaitu TKI dan Kapal Patroli Polisi Ditpolairud Polda Kepri tidak cukup untuk mengevakuasi seluruh TKI  tersebut maka Ditpolairud Polda Kepri mengerahkan Kapal Sea Rider, Kapal Baladewa – 8002 Baharkam dan Kapal Bangau – 5006 Ditpolair Korpolairud Baharkam untuk membantu mengevakuasi 1 unit Speed Boat warna abu – abu bermesin tempel merk Yamaha 4 x 200 Pk yang membawa TKI sebanyak 101 orang tersebut,” kata Erlangga dalam pesan tertulisnya.

Berdasarkan laporan barang bukti,
1 unit Speed Boat warna abu – abu bermesin tempel merk Yamaha 4 x 200 Pk dengan penumpang TKI sebanyak 101 orang dan Crew sebanyak 5.

5 Crew tersebut pun dibawa menuju Mako Ditpolairud Polda Kepri guna proses pemeriksaan lebih lanjut.

Kini 5 Crew ditetapkan polisi sebagai tersangka berinisial Her alias H selaku Nakhoda, ART alias R selaku ABK, MY alias Y Selaku ABK, Z selaku ABK, dan YR selaku ABK.

Mereka disangkakan Pasal 120 Ayat (1) Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian dan Pasal 219 ayat (1) Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran.

Beto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here