Oleh : Ambok Akok, Pimpinan Sijoritoday.com

Pasca debat publik putaran pertama bagi pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang mendapatkan apresiasi yang cukup signifikan dari netizen. Hal ini terlihat dari munculnya berbagaimacam postingan yang bersifat pro kontra terhadap paslon di media sosial khususnya Facebook.

Mulai dari masing-masing pendukung pasangan calon yang melakukan saling sindir dan terkadang bahkan saling ‘menghina’ sampai dengan pandangan pandangan pemerhati sosial. Disatu sisi hal ini merupakan indikator tumbuh kembang demokrasi yang baik, setidaknya dalam kemerdekaan berpendapat oleh publik. Namun tak jarang juga menjadi tidak sehat sampai memicu perang urat saraf di tataran horizontal masyarakat.

Menurut hemat saya, demokrasi itu tidak hanya berbicara pada resultannya saja, Namun juga menitik beratkan pada proses yang berkualitas. Dan kualitas maupun resultan yang diharapkan tidak lepas dari pendidikan politik yang memang sebenarnya harus ditingkatkan ke masyarakat.

Secara teknis, pelaksanaan debat publik putaran pertama calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang memang dinilai telah sukses dilaksanakan KPU Tanjungpinang.

Dari beberapa sesi yang dimoderatori oleh Chacha Annisa S.Sos tampak kedua Paslon nomor urut 1 yaitu (Syahrul-Rahma) dan Paslon nomor urut 2 (Lis-Maya) sedikit berfikir tegang. Keduanya pun saling beradu argumen untuk tampil lebih baik terutama pada pemaparan visi-misi masing-masing Paslon yang berusaha bahwa program mereka lah yang terbaik.

Konsep tema yang digagas KPU Tanjungpinang sebenarnya cukup bagus, terlepas dari apa yang disampaikan dari masing-masing paslon, secara substantif penyampaian Visi Misi dan adu program tanya jawab sudah berjalan cukup baik.

Output lain dari debat putaran pertama ini, setidaknya memberikan stimulus yang berharga pada masyarakat untuk dapat melihat yang mana kapasitas berpikir dan karakter kepemimpinan para kandidat, yang akan menjalankan roda pemerintah Kota Tanjungpinang kedepannya.

Dengan antusiasme yang terjadi di rangkaian pesta demokrasi kota Tanjungpinang hari ini, setidaknya preseden positif yang terbangun adalah bahwa politik itu tidak harus tegang, namun dapat diimbangi dengan menghibur sehingga dapat meningkatkan partisipasi pemilih yang tentunya sangat diharapkan dalam mekanisme demokrasi hari ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here