TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Tepat pada tanggal 15, setiap bulannya para pengusaha rumah makan, kedai kopi, Tempat Hiburan Malam (THM), Hotel maupun restoran di Kota Tanjungpinang wajib membayar pajak dari total pajak yang dikenakan.

“Apabila para pengusaha tidak membayar pajak hari ni, maka akan dikenakan denda sebesar 02 persen dari total pajaknya,” kata Isnaini Bayu Wibowo selaku Kabid Penetapan Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Kota Tanjungpinang.

Bayu mengatakan, terdapat puluhan ribu wajib pajak di Kota Tanjungpinang akan diverifikasi pada tanggal 20 Mei nanti, pada tanggal itu akan diketahui mana yang tidak membayar pajak.

“Kita akan hitung diatas tanggal 20 Mei, nanti ketahuan yang mana lambat membayar pajak,” ujarnya, Selasa (15/05).

Pada prinsipnya, kata Bayu, BPPRD (Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah) tidak mempersulit ataupun memperlambat bagi pengusaha yang ingin membayar pajak.

“Bisa dilihat sendiri ada beberapa orang yang bayar pajak ,kita langsung proses, kita ingin PAD kita terus meningkat,” ungkapnya.

Dalam sektor pajak, diketahui pada tahun 2017 mengalami peningkatan dari 56 Miliar menjadi 68 Miliar, kemudian meningkat 76 Miliar. Selama menjabat dari tahun 2017, Isniani yang kerap disapa Bowo ini justru dapat menggenjot PAD khusus di sektor pajak sebanyak 19 miliar. Bahkan dirinya terus menargetkan peningkatan sektor pajak di tahun 2018.

“Insyallah, kita targetkan lebih meningkat di tahun 2018 ini,” katanya dengan yakin tergetnya bakal teralisasi.

Dengan didukung perangkat dan SDM yang berkualitas dan memadai, menurut Bowo sangat mungkin jika target tersebut dapat terealisasi di Tahun 2018 ini.

Ak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here