SOLO, SIJORITODAY.com – – Solo atau Surakarta dapat disebut kota yang sangat kental dengan kebudayaan Jawa. Bahkan, secara tradisional kota ini terkenal sebagai salah satu pusat politik. Bagaimana keindahan kota yang berusia ratusan tahun ini ?

Sijoritoday.com mencoba melihat dari beberapa pojok kota, memang kota ini kaya akan tradisi dan budaya. Bahkan ada situs bangunan tua bersejarah seperti Monumen Pers Nasional yang terletak di Jalan Gajah Mada, Kota Solo, Jawa Tengah itu.

Monumen Pers Nasional di Solo, foto: Ak

Wartawan Sijoritoday.com, Ambok Akok bersama Pemimpin Redaksi Suarasiber.com Sigit Rahmat, Pemimpin Redaksi Radarkepri.com Irfan Antontrick, Pemimpin Redaksi Beritakepri.com Nizamul Akhyar dan Wapimred Tanjungpinangpos Zakmi hadir di Monumen Pers itu. Awalnya hanya ingin melihat Ketua PWI Provinsi Kepri, Ramon Damora membaca puisi dihadapan para petinggi PWI.

Di Monumen Pers Nasional itu kami melihat ada 5 patung tokoh perintis pers yang dibawahnya mengungkap inti sejarah tokoh pers itu pada zaman dahulu. Sedangkan di lantai 2 terdapat perpustakaan-perpustakaan, banyak koleksi buku-buku di bidang pers. Di Monumen ini pula PWI pertama sekali dibentuk pada tahun 1946.

Foto bareng di Monumen Pers
5 tokoh perintis pers ini ada didalam Monumen Pers Nasional. Foto; Ak

Jadi, kami tidak hanya sekedar refreshing, kami juga jadikan sebagai ajang pendidikan. Banyak pembelajaran tentang pers dahulu yang bisa menjadi teladan buat kami.

Singkat cerita, kami pun tidak berlama-lama di gedung bersejarah itu, kami bergegas kembali ke penginapan yang berjarak 3kg dari Monumen Pers. Diperjalanan, kami menggunakan Go-car sambil melihat sepenggal Kota Solo yang nan indah tersebut.

Kami menelusuri Jalan Slamet Riyadi, banyak pembangunan hotel disepanjang jalan dan taman serta angkringan. Diangkringan kami melihat ada tikar untuk duduk yang dikhususkan untuk pengunjung. Kami penasaran dan mengunjungi angkringan tersebut dengan berjalan kaki.

Malam juga sudah larut, kami ingin memanfaatkan waktu di Solo untuk mengetahui apa saja yang ada di Solo. Meskipun hanya sepenggal dari Kota Solo.

Ada sejumlah angkringan yang kami kunjungi, mayoritas penjualnya bersuku Jawa. Setiap pengunjung yang ingin memesan makanan seperti Soto dan Es Teh, penjualnya selalu menggunakan bahasa Jawa.

Saya pun tidak begitu mengerti bahasa Jawa, tapi mau tidak mau, suka tidak suka, saya harus menyesuaikan dimana pun daerah yang kental bahasa sukunya.

Kami pun duduk ditikar tanpa ada meja dan kursi. Lalu kami ditanya satu persatu “arap ngumbi opo mas” ?

Mendengar kelima wartawan senior itu sudah menjawab pesanan minumannya, saya pun menjawab dengan memesan ‘teh obeng’. Ternyata ibu ini tidak mengerti apa itu ‘Teh obeng’. Akhirnya saya revisi menjadi Teh Panas dia pun mengerti.

Tanpa berlama-lama, kami kembali ke penginapan untuk istirahat karena lelah dalam perjalanan.

Pagi hari pun sudah tiba, kami kembali memesan Go-car untuk berkunjung ke pasar sebelum kembali ke kampung halaman Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri.

“Kita ke pasar Klewer yuk, lihat baju khas Solo,” ajak Zakmi.

“Apalagi, ayok kita pergi,” sambung Nizamul Akhyar.

Kami kemudian bergegas menaiki Go-car menuju pasar Klewer. Di pasar itu kami melihat banyak baju khas batik Solo dan blangkon adat Jawa dijual. Lagi-lagi mayoritas penjualnya berbahasa Jawa. Namun saya tetap mencoba berbaur ditengah kentalnya bahasa Jawa didaerah itu.

Saat berbelanja di pasar Kliwer. kami foto bareng mengunakan blangkon.
Inilah blangkon yang bertebaran di pasar Kliwer.

Disamping baju khas batik Solo, kami juga menemukan makanan dan minuman khas Kota Solo seperti halnya srabi notosuman, jenang dan nasi liwet. Ketiga makanan itu memicu kami untuk membelinya dan membawanya ke Kota Gurindam untuk dijadikan oleh-oleh.

Sigit Rahmat, Pemimpin Redaksi Suarasiber.com saat sarapan nasi Kliwer.

“Enak,” kata Sigit Rahmat.

Kami

Luar biasaaaa !….Kota ini akan buat saya kangen. Meskipun hanya 3 hari di Solo, kami merasa keindahan Solo begitu menggoda dan berkeinginan mengunjungi kembali kota kelahiran Presiden RI Joko Widodo itu.

(Akok)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here