Raja Mansyur Razak.

TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – -Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Surat Edaran Wali Kota Tanjungpinang Nomor 003.3/1086/1.1.01/2018 akan mengadakan Pawai Budaya dan Mobil Hias pada tanggal 27 Oktober mendatang. Acara itu mendapat sorotan dari tokoh masyarakat Kepulauan Riau, Raja Mansur Razak.

Menurutnya, rencana acara pawai budaya tersebut terkesan hanya membazirkan uang rakyat melalui dana APBD. Sebab, Output dan Outcome dari pawai budaya yang akan diadakan Pemko Tanjungpinang ini tidak terlihat.

“Saya katakan acara tersebut membazirkan uang rakyat…!!!,” sebutnya.

“Acara pawai budaya tersebut bukan hanya sekedar defile di depan Wali Kota Tanjungpinang dan pejabat saja untuk mempertontonkan budaya yang ada di Tanjungpinang. Akan tetapi, acara tersebut harus jelas visi misinya agar uang rakyat tidak mubazir,” ujarnya.

Dia berharap, steckholder dalam hal ini Dinas Pariwisata Kota Tanjungpinang harus jelas mengemas acara tersebut sehingga ada nilai ekonomi dan budaya yang dapat dijual di mancanegara dan domistik.

“Agar ada nilainya, contoh seperti di Bali, Yogya, Lombok, Papua dan sebagainya seharusnya itu menjadi perhatian oleh Pemko untik meningkatkan ekonomi masyarakat dan PAD pemko. Jangan membuat sesuatu polece berdasarkan hak kewenangan, bisa hancur negeri ini,” kata dia.

Pada tanggal 27 Oktober mendatang, Pawai Budaya dan mobil hias ini akan melibatkan sejumlah pihak seperti unsur pendidikan, unsur paguyuban, unsur pemerintahan dan unsur masyarakat. Untuk peserta akan diikuti dari siswa/siswi MTs, TK, SD, SMP, SMA dan SMK dengan jumlah yang telah ditentukan tiap sekolah.

Untuk pawai budaya, renncananya siswa pelajar dan pemerintah akan menampilkan kostum keragaman budaya Indonesia sepanjang perjalanan yang dimulai dari Jalan Merdeka hingga finish di Gedung Gong-gong.

Sedangkan mobil hias, akan diikuti dari OPD Kota/Provinsi, BUMD/BUMN, Instansi Vertikal dan perbankan. Mobil hias akan mengangkat tema tentang budaya yang berhubungan dengan tupoksi. Start akan dimulai di Terminal Sungai Carang, Jalan D.I Panjaitan, Jalan Gatot Subroto, Jalan MT Haryono, Jalan Brigjen Katamso, Jalan Bakar Batu, Jalan Ketapang, Jalan Merdeka, Jalan Hang Tuah dan finish di Gedung Gonggong.

~Akok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here