BATAM, SIJORITODAY.com – – Ditresnarkoba Polda Kepri meringkus Enam orang pelaku penyalahgunaan narkotika jenis Sabu dan Pil Ekstasi di Lima Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Enam Tersangka kasus Narkoba

Keenam pelaku itu berinisial R, HN, M, A, YO, MK telah berstatus tersangka. Mereka Disangkakan Pasal 114 ayat (2), dan pasal 112 (2), juncto pasal 132 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia no.35 tahun 2009 tentang Narkotika.

HN dan R awal mula penangkapan ditangkap di pinggir Jalan Jembatan Patam Lestari, Kecamatan Sekupang, pada Jumat (26/10/2018) lalu. Keduanya berbeda peran dalam kasus ini. HN bertindak sebagai Kurir sedangkan R sebagai koordinator/ Fasilitator pengiriman narkoba yang akan dibawa oleh HN dari Malaysia ke Batam.

“HN dijanjikan MR. X warga negara Malaysia sebesar 30.000 Ringgit Malaysia bila narkoba tersebut tiba di Batam dan menyerahkannya ke R,” kata Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Erlangga saat konferensi pers, di Mapolda Kepri, Batam, Selasa (06/11).

Erlangga menjelaskan, pada hari Jumat tanggal 26 Oktober 2018 pukul 01.20 wib Speed boat yang ditumpangi HN tiba di pinggir Kota Batam dan Tersangka turun kedarat menuju penggir Jalan Raya Patam Lestari dekat jembatan, sesaat kemudian tersangka berhasil diamanakan oleh Personil Ditresnarkoba Polda Kepri. Kemudian HN dilakukan pengembangan, alhasil, R Alias C Bin SO berhasil diringkus ditempat persembunyiannya dikawasan Batu aji Batam.

“Jumlah keseluruhan barang bukti 1.722 (seribu tujuh ratus dua puluh dua) gram serbuk kristal diduga sabu dan 2.311 (Dua ribu tiga ratus sebelas) Butir Pil Ekstasi,” sebut Erlangga.

Sedangkan untuk TKP Ruli Kampung Aceh, Muka Kuning Batam. Kamis (01/11/2018) sekira pukul 16.30 wib, Polisi meringkus A dan berhasil menemukan 1 (satu) buah karung beras bertuliskan Green Rambutan berisikan 1 (satu) Teko Alumunium yang didalmnya terdapat 1 (satu) kantong Plastik warna biru berisikan 3 (tiga) bungkus serbuk kristal diduga sabu.

Saat dilakukan interogasi kepada pelaku, barang tersebut di dapati dari AB (DPO) yang dititipkan kepadanya untuk dijaga dan diawasi. Sampai saat ini tim Ditresnarkoba Polda Kepri masih melakukan pencarian terhadap saudara AB (DPO).

“Jumlah keseluruhan barang bukti 84 (delapan puluh empat) gram serbuk kristal diduga sabu,” ungkap Erlangga.

Untuk tersangka YO, Polisi menangkapnya di pinggir Jalan Depan Warung Makan Serba Goyang Lidah, Kampung Aceh, Muka Kuning, Batam, pada Sabtu (3/11/2018) sekira pukul 01.00 wib.

“Saat dilakukan penangkapan pelaku YO yang sedang menggunakan sepeda motor di berhentikan oleh Tim Ditresnarkoba Polda Kepri, saat dilakukan penggeledahan ditemukan 1 (satu) bungkus kantong plastik warna hitam yang didalamnya terdapat 1 (satu) bungkus kristal bening diduga sabu yang dibungkus plastik bening sekira seberat 400 (empat ratus) gram,” kata Erlangga.

Di TKP keempat, untuk tersangka MK diciduk di pintu masuk Metal Detector/pemeriksaan Badan Lantai 1 Terminal keberangkatan Bandara Internasional Hang Nadim, Kota Batam, pada Minggu (04/11/2018) sekira pukul 11.45 Wib.

Saat itu, petugas Avsec pemeriksaan terminal keberangkatan Bandara internasional Hang Nadim, Kota Batam, melihat 1 (satu) orang laki-laki inisial MK calon penumpang tujuan Lampung yang berjalan mencurigakan dikarenakan menggunakan sepatu yang berukuran besar. Petugas melakukan pemeriksaan terhadap laki-laki tersebut dan ditemukan didalam masing-masing sepatu tersebut 1 (satu) bungkus serbuk kristal diduga sabu yang dibungkus dengan plastik bening.

“Petugas mealporkan ke Bea dan Cukai Kota Batam yang bertugas di Bandara, oleh petugas Bea dan Cukai diserahkan kepada pihak Kepolisian di kantor Ditresnarkoba Polda Kepri,” tungkasnya.

“Untuk barang bukti 207 (Dua ratus tujuh) gram serbuk kristal diduga sabu,” tambahnya.

Di hari yang sama dan ditempat yang sama, untuk M ditangkap. Petugas Avsec Bandara Hang Nadim yang bertugas dipintu pemeriksaan kembali melihat 1 (satu) orang laki-laki inisial M yang merupakan calon penumpang pesawat Citilink tujuan Jakarta berjalan mencurigakan dengan modus operandi yang sama dengan kejadian sebelumnya yaitu menggunakan sepatu yang berukuran besar, setelah dilakukan pemeriksaan, petugas kembali menemukan didalam masing-masing sepatu tersebut 2 (dua) bungkus serbuk kristal diduga sabu.

“Barang bukti yang diamankan dari M, terdapat 502 (lima ratus dua) gram serbuk kristal diduga sabu,” imbuhnya.

Jika ditotalkan keselurahan barang bukti dari 5 (lima) ungkap kasus diatas bertotal berat Sabu : 2.915 (Dua ribu sembilan ratus lima belas) gram. Total berat Ekstasi : 2.311 (Dua ribu tiga ratus sebelas) Butir.

“Ancaman Pidana Mati, Pidana penjara seumur hidup atau pidana paling singkat 6 Tahun, Paling lama 20 Tahun,” tutup Erlangga.

~Akok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here