BATAM, SIJORITODAY.com– – Kinerja Ekonomi Batam sepanjang tahun 2018 mulai menunjukan perbaikan yang signifikan. Sektor Pariwisata dan Investasi naik signifikan di sepanjang tahun 2018. Tren positif ini turut mendorong pertumbuhan ekonomi Kepri di tahun 2018 secara keseluruhan.

“Menaikan pertumbuhan ekonomi Kepri dari 2,01 menjadi 2 kali lipat bukan merupakan hal mudah. Kita berharap tren positif ini terus berlangsung,” kata Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo. 

Kinerja perekonomian Kepri mulai menunjukan perlambatan sejak tahun 2013. Saat itu Ekonomi Kepri tumbuh 7,21 persen, dan terus mengalami perlambatan di tahun-tahun berikutnya akibat pelemahan ekonomi Dunia dan turunnya harga komoditas Minyak dunia. 

Puncaknya tahun 2017 pertumbuhan ekonomi Kepri hanya mencapai 2,01 persen. Tahun 2017 merupakan perlambatan terendah sepanjang sejarah Kepri. Hal itu terjadi karena pelemahan pertumbuhan investasi dan ekspor industri berbasis Migas gan galangan kapal.

Tahun 2018 ini, BP Batam dan Pemko Batam mulai berupaya meningkatkan kembali investasi dan pariwisata. Pertumbuhannya cukup pesat, sehingga perekonomian Kepri berhasil tumbuh sebesar 4,47 persen di kuartal pertama, kemudian 4,51 persen di kuartal kedua dan 3,74 persen di kuartal ketiga. 

“Kita berharap akan ada perbaikan lagi di kuartal keempat, sehingga pertumbuhan ekonomi Kepri bica mencapai 4,3 persen minimal di sepanjang tahun 2018,” ujarnya. 

Target investasi asing di Batam tahun 2018 adalah USD 500 juta. Namun hingga Juli 2018, capaian investasi sudah berada di angka USD 391,8 juta, atau 78,3 persen dari target. BP Batam belum bisa menyampaikan data teraktual secara pasti, karena data masih terintegrasi di OSS. 

Namun Lukita mengungkapkan, nilai investasi Kepri pada tahun 2018 diperkirakan mencapai Rp 69,59 trilun atau tumbuh 8,63 persen dibanding tahun 2017. Pertumbuhan ini merupakan yang tertinggi selama 6 tahun terakhir, dimana investasi di  Kepri hanya tumbuh pada kisaran 2,4 persen hingga 5,7 persen.

“Tren positif ini merupakan sinyal kebangkitan ekonomi Kepri pada periode mendatang. Tentunya ini harus terus dikawal dan ditingkatkan,” paparnya.

Faktor lain yag mendorong pertumbuhan ekonomi Kepri adalah sektor pariwisata. Sama halnya dengan investasi, kunjungan Wisatawan Mancanegara (Wisman) ke Kepri tahun ini juga melonjak tajam. 

Hingga September 2018 ini, kunjungan Wisman Kepri telah mencapai angka 2,493 juta. Dimana sekitar 75 persen diantaranya disumbang oleh Batam. Angka tersebut jauh melampaui kunjungan tahun lalu yang mencapai 2,074 juta. 

Menurut Lukita, lonjakan kunjungan Wisman ke Batam bukan tanpa alasan. Kontribusi berbagai kegiatan pariwisata yang dilakukan oleh BP Batam selama tahun 2018 menjadi salah satu daya tarik yang membuat Wisman masuk ke Batam.

“Jika dinilai secara ojektif, kenaikan signifikan yang terjadi di tahun 2018 terjadi karena ada upaya keras yang dilakukan untuk mencapai pertumbuhan tersebut,” jelasnya.

Pengalaman itu membuat BP Batam optimis mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi Kepri hingga 7 persen tahun mendatang.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here