TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun menyatakan tingkat kedisplinan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemprov Kepri masih rendah, kendati sudah diterapkan sistem absensi finger print atau dikenal sidik jari.

Nurdin mengaku kerap mendapat laporan terkait adanya sejumlah ASN yang kedapatan keluyuran dan duduk santai di warung kopi padahal sedang jam kerja.

“Mereka biasanya hanya absen pagi, kemudian pergi ke warung kopi. Setelah itu kembali lagi untuk absen pulang,” kata Nurdin, Rabu (23/01/2019).

Lanjut Nurdin, perilaku ASN seperti itu mencerminkan adanya budaya korupsi waktu yang ditunjukkan oleh seorang abdi negara di hadapan publik.

“Akibatnya, tugas dan fungsi ASN sebagai pelayan masyarakat tidak terlaksana dengan baik,” imbuhnya.

Ketua DPW Nasdem Kepri ini mengatakan sudah meminta Badan Kepegawaian dan Pembinaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Kepri menindaklanjuti para ASN yang ketahuan melanggar aturan tersebut.

Selain itu, lanjut Nurdin, pihaknya juga akan mengevaluasi lagi penerapan absensi menggunakan sidik jari, agar tidak ada lagi ASN yang bolos saat bekerja.

“Akan kita kaji lagi kelebihan maupun kekurangan absen sidik jari itu,” sebutnya.

Ia turut mengimbau kepada seluruh ASN maupun Honorer, supaya dapat memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk meningkatkan produktivitas kerja serta tanggungjawab terhadap tugas yang diamanahkan.

“Kalau alasan di kantor tidak ada pekerjaan, itu mustahil. Banyak yang bisa dikerjakan. Saya mengajak kita semua untuk bersama-sama mengbah perilaku ke arah yang lebih baik,” ucap Nurdin.

(Mn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here