TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – -Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan dari total 275 desa yang ada di Provinsi Kepulauan Riau, terdapat 40 desa dengan kategori tertinggal.

“Data itu diperoleh melalui Pendataan Potensi Desa (Podes) yang dilaksanakan pada bulan Mei 2018 kemarin,” kata Kepala BPS Provinsi Kepri Zulkipli, Kamis.

Zulkipli menjelaskan Podes dilakukan tiga kali dalam sepuluh tahun, di mana BPS melakukan penghitungan Indeks Pembangunan Desa (IPD) yang menunjukkan tingkat perkembangan desa dengan kategori tertinggal, berkembang, dan mandiri.

Menurut BPS, membangun IPD terdiri dari lima dimensi yaitu Pelayanan Dasar, Kondisi Infrastruktur, Aksesibilitas/ Transportasi, Pelayanan Umum, dan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa.

“Semakin tinggi IPD menunjukkan semakin mandiri desa tersebut,” ungkapnya.

Lanjut Zulkipli, di Kepri jumlah desa mandiri saat ini sebanyak 3 desa (1,09 persen), 232 desa berkembang (84,36 persen), dan 40 desa tertinggal (14,55 persen).

Secara umum semua dimensi penyusun IPD mengalami kenaikan, dimensi yang paling tinggi kenaikannya adalah Dimensi Pemerintah Desa dengan kenaikan sebesar 17,63 poin. Sedangkan dimensi yang paling rendah kenaikannya adalah Dimensi Pelayanan Umum sebesar 0,48 poin.

Dia turut menambahkan pada tahun 2018 indikator yang mengalami perubahan nilai terbesar dibandingkan tahun 2014 menurut dimensi pembentuk IPD yaitu, kualitas SDM sekretaris desa pada Dimensi Pemerintahan Desa, waktu tempuh per kilometer transportasi ke Kantor Camat pada Dimensi Aksebilitas Transportasi, sumber air untuk minum pada Dimensi Kondisi Infrastruktur, ketersediaan dan kemudahan akses ke poliklinik/balai pengobatan pada Dimensi Pelayanan Dasar dan ketersediaan fasilitas olahraga pada Dimensi Pelayanan Publik.
(Mn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here