TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pusat Tanjungpinang, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Kantor Wilayah Kepulauan Riau menampung sementara 149 warga negara asing (WNA) dari 13 negara.

Kepala Rudenim Pusat Tanjungpinang, Muhammad Yani Firdaus, mengatakan orang asing atau pencari suaka (deteni) itu ditahan sementara di sini, karena melanggar undang-undang keimigrasian berupa ilegal fishing (menangkap ikan) hingga pelanggaran pidana dan perdata lainnya sejak tahun 2018 hingga 21 Januari 2019 lalu.

“Untuk selanjutnya disidangkan di Pengadilan Negeri Tanjungpinang ke depannya,” ucapnya saat konferensi pers tentang capaian kinerja dan program kerja Rudenim Pusat Tanjungpinang di kantornya, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Senin (28/1).

Yani mengungkapkan WNA dari 13 negara di antaranya, Vietnam 93 deteni reguler ditambah titipan Kejari Natuna sebanyak 28 orang, Myanmar 7 orang, Thailand 5 orang, Nigeria 3 orqng, Aljazair 2 orang Afganistan 2 orang hingga Sudan di Timur laut benua Afrika 2 orang dengan status ireguler serta alasan kemanusiaan.

“Daya tampung Rudenim Tanjungpinang kurang lebih 500 orang di 3 lantai. Dengan fasilitas air, listrik serta ruang kesehatan dan peralatan olahraga lainnya,” ungkapnya.

Yani menambahkan, data deteni yang telah dideportasi ke negara asalnya sebanyak 9 WNA dari jumlah 79 orang pada tahun 2018. Untuk tahun 2019 ini, pihaknya memulangkan 6 orang ke negara Ghana, Pantai Gading, Myanmar dan Nigeria.

Selain itu juga, pihaknya melakukan pengawasan terhadap 1.012 orang asing kategori pengungsi dibawa naungan Bhadra Resort Bintan sebanyak 506 orang, Akomodasi Non Detensi (AND) Sekupang Batam berjumlah 222 orang dan Hotel Koleksi Batam status keluarga sebanyak 284 orang.

(Mn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here