TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Ketua Forum Masyarakat Teluk Keriting (Formatur) Dicky Novalino, mengaku belum dapat memastikan apakah rumah warga yang retak di Teluk Keriting, Kelurahan Tanjungpinang Barat disebabkan oleh adanya aktivitas pemancangan tiang proyek gurindam 12 di wilayah setempat.

Karena itu, Dicky saat dihubungi Sijoritoday.com melalui telepon seluler, Jumat (01/02/2019) malam, mengatakan dalam waktu dekat ini Formatur akan melakukan peninjauan langsung ke rumah-rumah warga tersebut.

“Besok kami rapat dulu untuk membentuk tim peninjauan ke lapangan,” kata Dicky.

Dicky menyampaikan, sejauh ini ada dua warga yakni Abdul Hamid dan Ujang yang melaporkan ke Formatur, bahwa rumah mereka retak sejak adanya pembangunan proyek senilai Rp500 miliar tersebut.

“Itu tadi, kita akan cek dulu. Apakah rumah warga yang retak itu memang disebabkan proyek gurindam 12 atau disebabkan hal lain,” tambahnya.

“Kami tidak ingin berspekulasi dulu. Sebelum tau kebenarannya,” sambung Dicky.

Sementara itu, Benny salah satu warga Teluk Keriting, mengaku rumah milik ibu kandungnya bernama Haminarun di Teluk Keriting di RT 02/RW 15 itu retak akibat dampak dari pemancangan tiang proyek Gurindam 12. Sebelumnya tidak ada keretakan terjadi, namun pasca pemancangan tiang di proyek tersebut, dinding rumah ibunya retak secara perlahan. Lantaran dinding rumah ibunya yang dibangun sudah lama itu hanya berlapis kawat dan semen, sehingga tidak begitu kuat jika menahan getaran.

Inilah rumah milik ibu Benny yang retak

“Dinding rumah itu hanya berlapis kawat dan semen saja. Tidak pakai besi, tidak begitu kuat, sebelumnya rumah itu tidak retak, karena ada pemancangan tiang proyek itu, rumah ibu saya mulai retak,” ungkap Benny.

Benny berharap, adanya perbaikan yang dilakukan pemerintah provinsi Kepri. Dirinya tidak ingin jika semakin lama pemancangan tiang yang dilakukan, semakin besar pula keretakan yang terjadi dirumah ibunya. Selain itu, Benny berharap agar proyek Gurindam 12 ini dapat dikaji ulang dan meminta untuk dihentikan sementara.

Foto keretakan rumah milik ibu Benny

“Karena ini menyangkut keselamatan orang tua saya, karena kontraktor bekerja di malam hari, saat orang tua saya istrahat. Kalau sampai terjadi apa-apa dengan orang tua saya, saya akan tuntut mereka,” tegas Benny.

“Jarak rumah ibu saya itu sekitar 100 meter dari pekerjaan proyek itu,” ungkap Benny.

Disisi lain, Ketua Dewan Pembina Forum Masyarakat Teluk Keriting, Abdul Hamid merasa perlu diluruskan atas pemberitaan disalah satu media online yang menyatakan hoaks adanya keretakan sejumlah rumah warga Teluk Keriting akibat dari proyek Gurindam 12 tersebut. Apa yang dirilis sebelumnya, merupakan hasil daripada rapat tim formatur.

“Jadi apa yang hoaks ? Ini perlu diluruskan, besok kita rapat formatur, saya minta datangkan Lurah Tanjungpinang Barat,” tegas Hamid.

Terkait dengan adanya keretakan tembok di rumah Abdul Hamid, dirinya pun belum meninjau apakah benar retak tersebut akibat dari pembangunan proyek Gurindam 12.

“Saya masih dibatam, besok saya kembali ke Tanjungpinang. Keretakan rumah itu apakah sudah lama atau baru perlu ahli kontruksi, dan pengetesan pekerjaan,” katanya.

Terpisah, Lurah Tanjungpinang Barat, Gilang meminta media yang memberitakan statmennya tersebut agar tidak dirubah-rubah. Gilang tidak ada mengatakan suatu redaksional itu Hoaks.

“Kata-kata Hoaks tidak ada saya ucapkan, boleh dibuktikan, saya hanya mengatakan suatu informasi harus disharing dulu, dicari tau dulu kebenarannya,” kata Gilang.

Gilang mengakui belum semua rumah warga Teluk Keriting dilakukan survei. Pihaknya melakukan survei dari rumah yang terlebih dahulu berdekatan dengan pekerjaan proyek tersebut.

“Dan setelah kami kroscek tidak ada rumah warga yang dekat dari pekerjaan tersebut retak akibat pemancangan tiang proyek,” imbuhnya.

Terkait dengan adanya pengakuan oleh warga atas nama Benny, Gilang mengaku laporan itu telah diterimanya. Dia meminta Benny untuk memastikan ke pihak PU karena persoalan teknis bukan di Kelurahan.

“Secara teknis itu ada di Provinsi, Kelurahan tidak bisa menjelaskan, kalau PU mungkin bisa apakah retak ini sudah lama apa baru,” tuturnya.
(Ak/mn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here