BINTAN, SIJORITODAY.com – – Warga Kabupaten Bintan belakangan ini mengaku dibuat resah dan tidak nyaman dengan perilaku imigran asing yang tinggal di Hotel Bhadra di kilometer 25, Jalan Kawal, Toapaya, Bintan.

Buyung Adli, mewakili penduduk tempatan, mengatakan, akhir-akhir ini banyak hal negatif yang dilakukan oleh para imigran asing tersebut.

Di antaranya, keluar pada malam hari dan berkeliaran, membawa sepeda motor dengan arogan, menginap di rumah warga yg diduga mereka pacaran.

“Parahnya lagi mereka ada yang berani menunjukan kemaluannya kepada pengunjung pantai dan warga yang ada di sekitar,” kata Buyung kepada Sijoritoday, Selasa (19/02).

Lanjut Buyung bercerita, pada hari Minggu (17/02) sekitar pukul 13.30 WIB, ada dua sejoli yang sedang berkunjung di salah satu pantai di kawasan Jalan Kawal. Berselang 20 menit kemudian, datang sejumlah orang berkulit putih. Belakangan diketahui merupakan imigran asing.

Setelah itu, kata Buyung, saat si wanita tengah sendiri, tiba-tiba seorang imigran datang menghampirinya, lalu mengganggu dengan cara menunjukkan alat kemaluannya.

“Sontak si wanita terkejut dan menjerit. Pria bersama wanita itu kemudian mendatangi imigran, sehingga terjadi kontak fisik antara keduanya,” jelas Buyung.

Menurutnya, saat ini satu imigran yang diketahui bernama Sarkhi tersebut sudah diamankan oleh Polsek Gunung Kijang, untuk menjalani pemeriksaan dan dimintai keterangan.

“Sudah diamankan siang tadi, setelah kami laporkan ke polisi,” sebutnya.

Terkait kejadian ini, pria yang juga menjadi Ketua Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Bintan tersebut mewakili masyarakat setempat, menyampaikan sejumlah tuntutan kepada imgrasi. Yakni meminta imigrasi bertanggung jawab dengan adanya kejadian ini.

Kemudian, meminta pihak pengelola Hotel Bhadra lebih serius dalam menjaga keamanan para pengungsi.

“Kita minta dibuat perjanjian secara jelas siapa yang bertanggung jawab dengan hal ini jika terulangi kembali,” tuturnya.

Tidak hanya itu, warga turut meminta imgrasi memindahkan mereka (imigran) tidak berada di Bintan, khususnya di kilometer 25, Toapaya.

“Besok akan dibahas di Kantor Imigrasi Tanjungpinang bersama seluruh pemerintah berwenang, terhadap masalah pengungsi ini. Saya juga diundang buat hadir,” pungkas Buyung.
(Mn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here