TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Oknum Calon Legislatif (Caleg) DPRD Kota Tanjungpinang dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sudah ditetapkan sebagai tersangka karena melakukan kampanye di lingkungan pendidikan.

Selain terancam dua tahun penjara dan denda 24 juta, caleg yang juga dosen ini akan didiskualifikasi.

“Setelah menjalani persidangan tentu akan masuk keputusan diskualifikasi sebagai peserta pemilu. Hal itu akan diputuskan KPU Tanjungpinang,” ujar Ketua Bawaslu Tanjungpinang, Zaini, Jumat (22/02/2019).

Zaini menjelaskan, tersangka diketahui membagikan Alat Peraga Kampanye (APK) berbentuk kartu nama, tersangka juga mengajak mahasiswa untuk memilih dirinya.

“Pada saat itu memang ada menyampaikan berharap mendukung dosen tersebut,” ujarnya.

Lanjutnya, proses kampanye yang dilakukan oleh tersangka juga melalui perantara salah seorang dosen Herman. Sampai saat ini Herman dijadikan saksi.

“Jadi saksi Herman juga ikut mengkampanyekan tersangka,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasi Pidum Kejari Tanjungpinang Amri yang juga Koordinasi sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) dari Kejaksaan mengatakan, pihaknya sudah menerima pelimpahan tindak pidana pemilu tersebut dari Polres Tanjungpinang.

“Menurut kami hasil penyelidikan sudah lengkap berserta alat buktinya, begitu juga keterangan saksi, ahli, tersangka sudah terpenuhi,” kata Amri.

Sampai saat ini pihaknya sedang menyusun surat dakwaan dan melimpahkan ke Pengadilan Negeri Tanjungpinang.

“Dalam waktu dekat akan disidangkan,” ujarnya.

Selain itu, terlibatnya beberapa dosen dalam kasus tersebut kata Amri, kemungkinan ada pihak lain akan menjadi tersangka.

Ia juga berharap, kasus tersebut membuat efek jera agar tidak terulang lagi.

“Supaya tidak terjadi lagi kemudian hari,” tambahnya.

Dalam kasus ini, tersangka dikenai Pasal 521 dijelaskan bahwa setiap pelaksana, peserta, dan/atau tim kampanye pemilu yang dengan sengaja melanggar larangan pelaksanaan kampanye pemilu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 280 ayat (1) huruf h dipidana penjara paling lama dua tahun dan denda paling banyak Rp. 24.000.000.
(Mn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here