TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia meminta Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri (Dirjen Daglu) mencabut izin Ekspor Mineral Logam dengan Kriteria Tertentu atas nama PT Gunung Bintan Abadi (PT GBA)

Permintaan itu tertera di dalam surat Kementerian ESDM, yang ditandatangani oleh Direktur Jenderal Minerba, Bambang Gatot Mariyono, pada tanggal 8 Februari 2019.

Di dalam surat tersebut, ada beberapa poin penting yang direkomendasikan oleh Dirjen Minerba kepada Dirjen Daglu atas nama PT GBA. Yaitu, pasal 55 ayat (4) permen ESDM Nomor 25 Tahun 2018 yang mengatur bahwa verifikasi kemajuan fisik pembangunan fasilitas pemurnian di dalam negeri dilakukan secara berkala setiap enam bulan oleh verifikator independen.

Kemajuan fisik pembangunan fasilitas pemurnian dimaksud ialah paling sedikit 90 persen dari rencana kemajuan fisik pembangunan fasilitas pemurnian yang dihitung secara komulatif selama satu bulan terakhir.

Berdasarkan hasil laporan verifikasi kemajuan fisik pembangunan fasilitas pemurnia selama enam bulan yang dilakukan oleh PT Sucofindo (persero), progres kegiatan pembangunan pemurnian PT GBA baru mencapai 75,51 persen dari rencana yang ditetapkan.

Sebagaimana dijelaskan di dalam surat tersebut, setiap enam bulan kemajuan fisik pembangunan fasilitas pemurnian tidak mencapai 90 persen, maka Dirjen atas nama menteri memberikan rekomendasi kepada Dirjen yang berkaitan dengan urusan perdagangan luar negeri untuk mencabut izin ekspor yang telah diberikan.

Berdasarkan poin-poin di atas itulah, PT GBA diberikan sanksi berupa pencabutan rekomendasi persetujuan ekspor logam dengan kriteria tertentu.

Terkait hal ini, Kepala Seksi Teknik dan Lingkungan Pertambangan Mineral Dinas ESDM Provinsi Kepri, Reza Muzzamil Jufri membenarkan surat rekomendasi oleh Dirjen Minerba kepada Dirjen Daglu tersebut.

Menurutnya, keputusan pencabutan izin ekspor itu sepenuhnya berada di tangan Dirjen Daglu.

“Kalau surat Dirjen Daglu keluar, dan isinya pencabutan kuota. Maka PT GBA tidak boleh lagi ekspor,” tuturnya saat dihubungi Sijoritoday via telepon, Selasa (26/02/2019).

Sedangkan Kepala Bidang Pertambangan Dinas ESDM Kepri, Edi Kurniawan mengaku belum mendapatkan surat yang dimaksud. Namun jika dianalisanya, isi dari surat tersebut benar adanya.

“Tinggal menunggu pencabutannya aje dari Dirjen Daglu, cabut langsung atau ada jeda waktu, biasanya ada jeda waktu toleransi, kita tunggu aja,” kata Edi.

 

(Mn/ak)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here