TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Nasrun DJ (59), Terdakwa kasus pembunuhan terhadap korban Supartini, divonis 15 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Rabu (27/2).

Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang meminta agar terdakwa dihukum 20 tahun penjara.

Menurut Majelis Hakim yang diketuai Eduart MP Sialoho, dengan anggota Ramauli Hotnaria Purba dan Corpioner, menyatakan, pembunuhan berencana atau termuat dalam pasal 340 KUHP sebagaimana dakwaan primer yang disampaikan JPU Kejari Tanjungpinang, tidak terbukti.

Menurut hakim, terdakwa nekat membunuh Supartini, setelah korban yang sedang mengandung itu meminta pertanggungjawaban untuk dinikahi, sekaligus meminta Nasrun menceraikan istrinya.

“Kami menimbang pembunuhan terhadap Supartini ini terjadi secara spontan dilakukan Nasrun,” ujar Hakim Ketua, Edward.

Kendati demikian, Nasrun tetap dinyatakan terbukti melakukan pembunuhan sebagaimana dakwaan subsider pasal 338 KUH Pidana. Majelis hakim menyatakan tidak ada hal yang meringankan Nasrun dan menjatuhinya hukuman kurungan penjara selama 15 tahun.

Menanggapi putusan tersebut, JPU Kejari Tanjungpinang Nolly Wijaya menyatakan pikir-pikir dan meminta tenggang waktu selama seminggu kepada Majelis Hakim.

“Saya akan meminta petunjuk pimpinan dulu,” imbuhnya.

Sementara itu, pihak korban mengaku kecewa dengan vonis hakim. Mereka beranggapan hukuman yang dijatuhkan kepada terdakwa Nasrun, tidak setimpal dengan perbuatannya yang telah menghabiskan dua nyawa sekaligus, yakni Supartini dan kandungan di dalamnya.

“Seharusnya dia dihukum mati. Penjara 15 tahun terlalu ringan. Tapi kami percaya, di akhirat kelak dia akan mempertanggungjawabkan perbuatan kejinya itu,” kata Fitri, kakak kandung korban.
(Mn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here