TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Unjuk rasa Aliansi Nelayan Tanjungpinang-Bintan di depan Kantor Gubernur Kepulauan Riau, Pulau Dompak, diwarnai dengan aksi bakar ikan, Rabu (6/5).

Ketua Komite Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Pulau Bintan, Buyung menjelaskan, aksi tersebut merupakan bentuk penolakan keras nelayan terhadap proyek reklamasi Gurindam 12 di tepi laut Tanjungpinang serta pengerukan alur kapal di kawasan Bintan pesisir.

Menurutnya, belakangan aktivitas yang sudah berjalan mulai Januari 2019 itu cukup meresahkan masyarakat nelayan, karena berdampak terhadap kerusakan lingkungan bawah laut, seperti terumbu karang dan biota laut lainnya.

Selain itu, lanjutnya, tempat reklamasi dan pengerukan alur kapal ini juga merupakan ruang tangkap nelayan tradisional, sehingga menyebabkan hasil tangkapan dan mata pencaharian sebagai nelayan semakin berkurang. Akibat ruang tangkap telah ditimbun atau direklamasi.

“Penghasilan kami yang biasanya 190 ribu per hari. Sejak ada aktivitas itu turun menjadi 80 ribu per hari,” ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, kata Buyung, beberapa organisasi yang tergabung di dalam Aliansi Nelayan Tanjungpinang-Bintan sepakat membuat pernyataan sikap kepada Pemprov Kepri, khususnya Gubernur Kepri Nurdin Basirun.

Dia katakan, setidaknya ada beberapa poin tuntutan yang ditujukan kepada Gubernur. Di antaranya, menggantikan kerugian nelayan selama berlangsungnya kegiatan reklamasi dan pengerukan kapal, menghentikan kegiatan reklamasi dan pengerukan alur kapal.

Kemudian, pemerintah harus memberikan perlindungan kepada nelayan atas sejumlah bentuk resiko yang dihadapi saat melakukan penangkapan ikan. Memperjelas izin studi kelayakan reklamasi tepi laut Tanjungpinang dan pengerukan kapal di Bintan pesisir.

Selanjutnya, melibatkan nelayan dalam sosialisasi terkait kegiatan reklamasi dan pengerukan alur kapal.

“Kami tidak pernah dilibatkan dalam sosialisasi AMDAL terkait pengerukan kapal maupun reklamasi,” tuturnya.
(Mn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here