TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Balai Karantina Pertanian melaksanakan pelepasan Ekspor Komoditas pertanian dalam program Agro Gemilang (Ayo Galakan Ekspor Millenial Bangsa) di kantornya, Jl. Adi Sucipto, KM 12, arah Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang, Jumat (8/4).

“Komoditas yang diekspor antaralain, karet  babi potong, dan arang,” kata Kepala Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian, Ali Jamil.

Dia menjelaskan, karet merupakan salah satu komoditas pertanian dari Tanjungpinang yang memiliki ekspor cukup tinggi.

Adapun tujuan ekspor karet kali ini, yaitu Amerika, Korea, Kanada, Cina, dan Italia dengan total Rp19 miliar.

Lanjutnya, untuk ekspor babi potong dari hasil peternakan PT. Indo Tirta Suaka yang berlokasi di Pulau Bulan, Batam dengan tujuan ekspor ke negara Singapura sebanyak 2.505 ekor dengan Rp8 miliar.

Sementara, ekspor komoditas arang tujuan Malaysia ada sebanyak 5 (lima) ton, dengan nilai Rp127 Juta.

Menurutnya, Komoditas Ekspor tersebut sudah melalui sertifikasi Balai Karantina Pertanian Tanjungpinang.

“Sertifikasi itu menjamin komoditas pertanian aman dan bebas dari OPT/OPTK maupun HPHK sebagai persyaratan lalu lintas media pembawa yang dikehendaki negara tujuan,” terangnya.

Ali turut mengungkapkan, Provinsi Kepulauan Riau menyimpan banyak potensi komoditas pertanian bernilai ekspor, seperti sayuran dan buah-buahan, namun sampai saat ini baru mampu menyuplai kebutuhan di pulau Batam.

Padahal secara geografis Kepri bersebelahan dengan Singapura, akan lebih memudahkan dalam hal penjualan. Apalagi Singapura tidak menghasilkan produk pertanian.

“Ke depan ini akan menjadi terobosan kami,  agar petani kita semakin sejahtera,” tutur Ali.

Pihaknya juga mengaku siap melakukan pendampingan kepada petani dan calon eksportir, khusus untuk generasi millennial agar dapat ikut andil dalam meningkatkan eksportasi ekspor pertanian.

Pendampingan ini, sebutnya, akan dilakukan melalui pembinaan untuk kelompok tani calon pendukung bantuan teknis cara penggabungan petani dilapangan, saat budidaya pembinaan, saat proses ekspor dengan penerapan sanitasi dan kebersihan pengolahan di area.
(Mn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here