Istri Sulkifli, Asma (58) terbaring lemas dirumahnya karena menderita penyakit gula darah dan usus buntu. Foto: Herman

TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Kota Tanjungpinang mempunyai slogan “Tanjungpinang…Kampong Kite!” slogan ini juga kerap disebut-sebut yang artinya dalam menjalani kehidupan bermasyarakat, setiap masyarakat yang satu dengan masyarakat lainnya mempunyai ikatan erat, budaya saling tolong menolong, namun tidak terjadi kepada pasangan yang tua rentah ini.

Dia adalah Sulkifli berumur 60 tahun dan istrinya Asma (58 tahun) warga Perumahan Taman Sari, Ujung Pesisir Bakau Tanah Merah, RT02, RW04, Kelurahan Seijang, Kecamatan Bukit Bestari terpaksa tinggal di sebuah rumah reyot yang serba kekurangan, apalagi Asma baru saja menjalani pengobatan di rumah sakit karena mengalami penyakit usus buntu dan gula darah.

Ditambah lagi keduanya mempunyai pekerjaan sebagai nelayan atau mengutip siput di pantai untuk dijual dengan memenuhi kebutuhan hidupnya.

Sulkifli mengaku dia bersama sang istri sudah belasan tahun hidup seadanya.

“Saya bersama istri saya hampir hari-hari makan nasi bubur dan untuk air bersih saya ambil di dekat sumur kurang lebih jauh 200 meter dari rumahlah,” kata Sulkifli kepada Sijoritoday.com, Rabu (20/3/2019).

Bahkan dengan hidupnya yang serba kekurangan, dirinya tidak pernah mendapat bantuan dari pemerintah seperti beras raskin dan bahan pokok lainnya.

“Saya tidak pernah dapat bantuan, saat istri saya sakit aja kadang obat tradisional menyembuhkannya, karena saya tidak punya uang dan kartu BPJS dari pemerintah,” tambahnya.

Jika pemerintah setempat yang menurutnya tidak pernah membantu, berbeda dengan Andi, dia hanya orang dekat Sulkifli yang juga warga Tanjungpinang. Dialah yang kerap membantu Sulkifli.

Bahkan, melalui akun Facebooknya bernama Putra Riau, Andi mencoba memanggil hati para dermawan melalui postingannya. Karena dia menilai keluarga Sulkifli sangat memprihatinkan.

“Kemarin ibu Asma waktu dibawa kerumah sakit, itu kami tidak punya kartu BPJS dan uang sedikitpun untuk membayar, tetapi saya coba minta bantu dengan menginformasikan di media facebook group infopinang. Alhamdulillah ada sedikit para dermawan, seperti turut membantu biaya pengobatan, dan baru-baru ini juga yang membantu kami seperti mahasiswa ilmu hukum UMRAH dengan membantu memberikan sedikit sembako, Alhamdulilh,” ungkapnya.

Sebagai teman yang dekat dengan Sulkifli, Andi berharap kepada para Dermawan-dermawan di Kota Tanjungpinang terutama Pemerintah Kota Tanjungpinang agar bisa melihat kondisi Sulkifli. Karena Sulkifli juga ingin dibantu.

“Tolong lihat la kondisi kami disini kami ingin juga dibantu, layaknya seperti pak walikota membantu di Wilayah Timur, karena keadaan kami kurang lebih memperihatinkan,” ucapnya.

Belum lama ini, Wali Kota Tanjungpinang H. Syahrul bersama Wakilnya menyambangi kediaman Zailani di Kelurahan Kampung Bulang, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Kota Tanjungpinang. Zailani yang berumur 61 tahun itu menderita penyakit Stroke. Kondisi rumahnya pun terlihat tidak layak untuk dihuni lagi. Pemerintah Kota Tanjungpinang pun sedang mewacanakan pembangunan rumah baru untuk Zailani tinggal bersama keluarganya.

 

Laporan: Herman
Editor: Akok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here